Home Headline Bejat, Paman ini Cabuli Keponakannya Sendiri yang Masih Berumur 5 Tahun

Bejat, Paman ini Cabuli Keponakannya Sendiri yang Masih Berumur 5 Tahun

pencabulan
Korban saat melaporkan kasus pencabulan, di Mapolres Kendal. Foto/Bj19

Kendal,2/2 (Beritajateng.net) – Seorang bocah berusia lima tahun, diduga menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan pamannya sendiri. Aksi pencabulan ini dilakukan, saat ibu orangtua korban bekerja di luar negeri dan bapaknya kerja di Kalimantan.

Bocah yang baru berusia lima tahun ini akhirnya melaporkan perilaku bejat pamannya, kepada orangtua saat pulang dari luar negeri. Korban diketahui berinisial DA, yang selama ini hidup bersama neneknya, SN di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Tindakan tidak senonoh itu terungkap saat Heni Kartika Sari ibu sang bocah, pulang dari Hongkong sekitar dua bulan yang lalu. Dia melihat tingkah laku anaknya yang tidak wajar. Yakni, kerapkali memperagakan adegan seks di hadapan orang tuanya, sambil menunjukkan handphone yang terdapat video porno.

“Akhirnya kami menanyakan kepada anak saya perihal keanehan itu, ternyata dia bercerita telah diperlakukan seperti itu (perkosa) oleh pamannya sendiri,” katanya saat mengantar memeriksakan anaknya di Puskesmas Brangsong Senin (02/02) siang.

Paman korban, lanjut dia, merupakan kakak iparnya sendiri yang berisial BK. Kelakuan BK menurutnya sudah keterlaluan. Sebab, selain memperkosa, BK juga tega menyodomi dan memasukkan kemaluannya ke mulut korban.

“Dubur anak saya pernah mengeluarkan cairan, dan juga pernah muntah-muntah,” paparnya.

Dari pengakuan korban, kata Heni, pelaku mempertontonkan video porno kepada anaknya melalui handphond. Selanjutnya, anaknya diminta untuk menirukan adegan seperti yang ada dalam video porno tersebut.

“ Sebenarnya, awal tahun kemarin, saya sudah melaporkan ini ke polisi, tapi diminta visum terlebih dulu. Namun, saya sanksi dengan hasil visum di rumah sakit karena hasilnya tidak ada apa-apa. Hari ini (kemarin) saya cek lagi di Puskesmas Brangsong ternyata selaputnya robek. Hasil ini akan saya jadikan dasar laporan ke polisi kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Brangsong, Satryo Doni menyampaikan bahwa pihaknya hanya melakukan pengecekan terhadap korban, bukan visum.

“Karena ada keterangan dari orang tua korban, kami melakukan cek terhadap korban. Kami temukan selaput dara sudah robek,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak meenemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban. “Selain itu, memang kejadiannya sudah cukup lama, kata orang tuanya sekitar empat bulan lalu. Jadi, kami agak kesulitan untuk mendeteksi apakah ada kekerasan atau tidak,” tandasnya.

Usai melakukan visum di puskesmas, korban diantar orangtuanya melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepoilsian Terpadu (SPKT) Polres Kendal senin siang.

Polisi masih mendalami laporan pencabulan dan dugaan perkosaan, terhadap anak dibawah umur ini. Korban bersama orangtuanya hingga berita ini diturunkan masih menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Kendal.(Bj19)