Home Lintas Jateng Pakar Transportasi: Penerapan MRT, LRT dan KRL di Semarang Harus Dikaji Mendalam

Pakar Transportasi: Penerapan MRT, LRT dan KRL di Semarang Harus Dikaji Mendalam

63
0
MRT di Singapura.
         Semarang, 13/11 (BeritaJateng.net) – Rencana penerapan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang, baik  Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), ataupun Mass Rapid Transit (MRT) perlu perencanaan yang baik dan harus dipetakan terlebih dahulu.
         Hal ini disampaikan pakar transportasi Universitas Diponegoro (Undip), Bambang Pujiono, Senin. “Angkutan umum yang sudah ada kinerjanya sudah seperti apa. Kalau memang itu sudah jenuh dan sudah saat dipakai transportasi massal berbasis rel, LRT maupun MRT. Perlu dilihat ke depannya nanti permintaan seperti apa,” katanya.
         Transportasi berbasis rel itu, kata dia, hanya hanya medianya, sebetulnya yang berbicara adalah kapasitasnya. “Kalau rel masih sebidang dengan jalan, Semarang mungkin kesulitan. Kalau antara investasi dan permintaan tidak sesuai ya mungkin ditunda dulu. Dicari solusi-solusi antara sebelum menuju ke arah sana. Sejauh ini kalau dilihat, permintaan paling besar adalah penggunaan sepeda motor. Maka masyarakat masih akan tetap memilih sepeda motor. Maka perlu ada pembatasan kendaraan bermotor. Pertumbuhan sepeda motor seberapa. Kalau pertumbuhan sepeda motor tinggi, tapi pengguna angkutan umum menurun itu kan hipotesanya orang masih akan memilih naik sepeda motor,” ungkapnya.
            Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Muhammad Khadik menyatakan akan terus mencari solusi atas persoalan kamacetan lalu lintas di Kota Semarang yang kian pelik. Di antaranya dengan memaksimalkan penataan penggunaan transportasi masal melalui Bus Rapid Transit (BRT). Selain itu, saat ini sedang dikaji mengenai rencana transportasi masal berbasis rel dengan konsep Light Rail Transit (LRT).
             Hal ini sebagai salah satu upaya mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di kota Semarang yang kian pelik. Terlebih, saat ini Kota Semarang menjadi salah satu dari 8 kota maju di Indonesia.
           “Merespon kebutuhan layanan transportasi masal, kami maksimalkan BRT. Selain itu, salah satu rencana ke depan adalah mengenai penerapan LRT. Kami sedang melakukan kajian,” katanya. (Bj/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here