Home Headline Pabrik Pengolahan Limbah Plastik Terbakar

Pabrik Pengolahan Limbah Plastik Terbakar

Api masih melalap pabrik pengolahan limbah plastik.
Api masih melalap pabrik pengolahan limbah plastik.
Api masih melalap pabrik pengolahan limbah plastik.

Karanganyar, 8/2 (BeritaJateng.net) – Kebakaran terjadi di pabrik pengolahan plastik bekas PT Sumber Plastik yang berlokasi di Desa Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, menghanguskan hampir semua bagunan pabrik. 

Api diketahui membakar pabrik sekitar pukul  04.00 WIB subuh tadi. Namun hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan. Tujuh mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah disekitar Kabupaten Karanganyar seperti  Solo, Sragen  belum berhasil memadamkan nyala api. 

Api masih terlihat menyala dibeberapa bagian dari pabrik plastik yang sudah hancur akibat kebakaran tersebut. Bahkan bangunan di belakang sudah rata dengan tanah dan menyisakan bagian depan pabrik.

Salah satu saksi mata, ida pemilik warung makan yang kebetulan rumahnya persis di samping pabrik menyebutkan sebelum terjadi kebakaran,  awalnya dari atap pabrik terlihat percikan api. Tak lama kemudian api langsung membesar tak terkendali. 

“Terlihat pertama ada percikan dari atas pabrik langsung membesar dan melahap seluruh bangunan,” jelas Ida, Minggu (8/2/2015).

Pada waktu api makin membesar terdengar teriakan dari dalam pabrik, yang berteriak minta tolong.  Mereka adalah karyawan yang masuk malam. Mereka menggedor  pintu besi disamping pabrik. 

“Pintu samping pabrik dikunci, sedangkan pintu dimana karyawan keluar masuk sudah dalam kondisi terbakar. Akhirnya didobrak paksa para karyawan,” jelasnya lagi. 

Erna Sekertaris Perusahaan PT Sumber Plastik, mengaku belum tahu apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Berdasarkan laporan para karyawan yang masuk malam, kebakaran itu terjadi karena korsleting listrik di bagian mesin produksi. 

“Keterangan karyawan karena konsleting, api langsung menyambar bahan baku produksi berupa plastik dan bahan kimia lain sehingga langsung membesar dan menghancurkan seluruh bangunan pabrik. 

Erna menyebutkan semua mesin, bahan baku bahkan arsip perusahaan juga ikut terbakar. Akibat kebakaran tersebut, selain aktifitas pabrik terhenti, karyawan pun terancam tidak menerima gaji.

“Sebab uang untuk membayar gaji para karyawan yang dilakukan seminggu sekali itu, ikut ludes dilahap si jago merah. Harusnya minggu ini para karyawan menerima gaji,” pungkasnya. (BJ24)