Home Lintas Jateng Orientasi Jurnalistik, PWI Demak Berikan Awards

Orientasi Jurnalistik, PWI Demak Berikan Awards

86
0
Orientasi Jurnalistik, PWI Demak Berikan Awards

Demak, 13/11 (BeritaJateng.net) – Untuk pertama kalinya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak menganugerahkan penghargaan (PWI Award 2017) kepada para narasumber potensial, Sabtu ( 11/11/2017) di Hotel Amantis.

Penghargaan diserahkan kepada Bupati Demak, HM Natsir atas tindakan responsifnya ketika ada warga yang kesusahan, misalnya langsung turun membantu warga yang rumahnya kebakaran.

Selanjutnya AKBP Sonny Irawan juga masuk nominasi dan menerima penghargaan atas beberapa aksi sosial yang dilakukan dengan tangannya sendiri.

Sementara itu, masih dari unsur kepolisian, Kompol Sutomo, Kabag Operasional Polres Demak, memboyong penghargaan kategori kreativitas penampilan dalam pemberitaan di media mainstream maupun media sosial.

Kodim 0716 Demak meraih penghargaan untuk mitra pemberi informasi rilis terbanyak.

Terakhir, Group Facebook Warga Demak mendapat piagam penghargaan sebagai group sosmed yang paling aktif sebagai wadah silaturahmi, edukasi dan entertainmen bagi masyarakat Demak di penjuru dunia.

Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan, menyatakan baru di Demak lah ia merasa dekat dengan para wartawan.

” Saya baru sembilan bulan tugas di Demak, tapi sudah merasa dekat dengan para wartawan Demak. Mereka aktif menanyakan informasi terbaru dengan cara bersahabat, ” tutur perwira murah senyum ini.

Ia juga menyatakan kabar gembira bahwa saat ini Polri sudah mendapat tempat di hati. Berdasarkan survey tahun 2017 ini Polri menduduki rangking empat dalam kepercayaan publik setelah bertahun tahun lamanya belum bisa memenangkan hati masyarakat Indonesia.

Award 2017 yang menjadi salah satu acara dalam Orientasi Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan Bedah Buku ‘Adab Jurnalistik’ yang ditulis oleh Amir Mahmud , Ketua PWI Jateng
dengan pembicara Ni Made Adnyani dari Unissula Semarang dengan moderator Hastin Atas Asih (Komisioner KPU Demak)

Amir Mahmud dalam uraiannya menyampaikan bahwa media massa mainstream tak sebebas media sosial. Para jurnalis yang mewakili media tersebut harus melakukan cek dan ricek serta indept terhadap bahan berita. Selain itu covering both side sangat perlu diperhatikan supaya berita menjadi berimbang.

“Berita berimbang itu bukan berarti secara kuantitatif, tetapi lebih mengedepankan kualitas berita,” Ujar Amir Mahmud.

Ia menambahkan, para jurnalis tidak boleh asal main main ketika memberitakan apapun, sebab mereka terikat amanat konstitusi.

“Jangan sampai media itu hanya sebagai tunggangan politik, alat pengembang modal maupun eksperimen jurnalistik yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.

Senada dengan Amir Mahmud sang penulis ‘Adab Jurnalistik’, Ni Made Adnyani menekankan topik pembicaraan pada sisi akademisi. Menurutnya jurnalis adalah profesi yang terbuka, artinya semua disiplin ilmu masuk di dalamnya dan jurnalis harus menguasainya.

“Semua Wartawan Indonesia sebaiknya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan sehingga bisa menyajikan berita secara berimbang,” ungkap wanita santun ini.

Ia menambahkan hubungan personal yang positif antara Wartawan dengan narasumber juga mempengaruhi nilai berita. Jangan sampai masyarakat menjadi apatis terhadap media massa supaya tidak mempengaruhi kualitas berita.

Setelah bedah buku, acara dilanjutkan dengan Orientasi Jurnalistik, adapun materinya tentang Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers oleh Sri Mulyadi Ketua Dewan Kehormatan Propinsi PWI Jateng, Konvergensi Media dan Jurnalisme Masa Kini oleh Setyawan Hendra Kelana anggota KPID Jateng, serta materi Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga PWI dan Penguatan Peran Organisasi oleh Isdiyanto Sekretaris PWI Jateng. (Bj/EL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here