Home Hukum dan Kriminal Operasi Yustisi Di Tiga Tempat Hiburan, BNN Tak Dapati Pengguna Narkoba

Operasi Yustisi Di Tiga Tempat Hiburan, BNN Tak Dapati Pengguna Narkoba

Operasi di tiga tempat hiburan, BNN Jateng dan Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang lakukan pemeriksaan tes urine 100 pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam namun belum tak ditemukan pengguna narkoba.
Operasi di tiga tempat hiburan, BNN Jateng dan Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang lakukan pemeriksaan tes urine 100 pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam namun belum tak ditemukan pengguna narkoba.
Operasi di tiga tempat hiburan, BNN Jateng dan Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang lakukan pemeriksaan tes urine 100 pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam namun belum tak ditemukan pengguna narkoba.

Semarang, 30/9 (BeritaJateng.net) – Untuk menekan dan mengurangi tingkat penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dibantu aparat POMDAM dan POMAL serta Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang menggelar operasi yustisi di beberapa tempat hiburan di Kota Semarang, Rabu (30/9) dini hari.

Dalam kegiatan operasi kali ini, petugas memfokuskan sejumlah tempat karaoke yang ada di Kota Semarang. Diantara tempat yang disisir petugas diantaranya Locus Karaoke yang berada di Jalan Erlangga Semarang dan POP Karaoke di Jalan Diponegoro Siranda Semarang serta JKF Karaoke yang terletak di Jalan Pamularsih Semarang.

Dari tiga tempat hiburan itu, sebanyak 100 orang telah di periksa melalui tes urine, yang terdiri dari sejumlah karyawan maupun beberapa pengunjung. Namun, dari jumlah total yang telah dilakukan tes urine tersebut, tidak satupun petugas mendapati seseorang yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

Meskipun demikian, petugas BNNP akan terus secara rutin melakukan kegiatan operasi yustisi ini. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi maraknya peredaran narkoba, khususnya yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menyatakan dari 32 tempat di Jawa Tengah yang sudah dilaksanakan kegiatan operasi yustisi ini, pihaknya mencatat Kota Semarang masih menjadi wilayah yang rawan dalam hal peredaran narkoba.

“Untuk wilayah Jateng, dari 32 tempat yang sudah kita laksanakan operasi, Kota Semarang ini masih banyak ditemukan. Lalu diikuti Kota Solo dan Salatiga,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai asal muasal masuknya narkoba di Jawa Tengah, dijelaskan Suprinarto barang haram tersebut kebanyakan didapat dari Jakarta.

“Kalau melihat dari pengedar yang berhasil kita tangkap di Solo beberapa waktu lalu, barang-barang tersebut diduga diperoleh dari Jakarta,” kata Suprinarto.

Berdasarkan hasil kegiatan operasi yang telah dilakukan oleh BNNP Jawa Tengah dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, tercatat sebanyak 78 orang terindikasi positif menggunakan narkoba. Dari jumlah tersebut 76 diantaranya dalam proses rehabilitasi, sedangkan 2 orang telah diproses secara hukum. (bjt02)