Home Headline Ombudsman Menduga Ada Pungli Mutasi Sekolah Swasta ke Negeri

Ombudsman Menduga Ada Pungli Mutasi Sekolah Swasta ke Negeri

Pungli

Semarang, 10/2 (BeritaJateng.net) – Maraknya mutasi atau perpindahan siswa sekolah swasta ke sekolah negeri di Semarang, di duga disertai pungutan liar atau pungli.

Hal tersebut disampiakan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Achmad Zaid seusai melakukan sidak ke SMA Swasta di Semarang, Selasa.

“Kejadian migrasi ini, ada dugaan aroma KKN yang didalamnya ada unsur transaksional, karena tidak mungkin sekolah negeri secara tiba-tiba mau menerima siswa swasta jika tidak ada kesepakatan tertentu,” papar Zaid.

Menurutnya, berita mengenai modus mutasi siswa ini tengah diselidiki pihaknya sejak 2013 silam, namun baru kali ini dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenarannya.

Achmad Zaid menilai mutasi siswa SMA Swasta ke negeri sangat tidak wajar, jika ditilik dari jumlahnya yang cukup banyak, terlebih jika ditinjau dengan regulasi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 6 tahun 2013 mengenai peraturan mutasi peserta didik.

“Dalam Perwal tersebut, mutasi peserta didik di haruskan sama akreditasi dan sejenis, perpindahan dilakukan paling lambat 6 bulan atau satu semester, mutasi bisa berdasarkan kedekatan lokasi dengan rumah dan mutasi harus dilengkapi dengan berkas perpindahan,” ujarnya.

Ia menilai, banyak sekali ketidakpatutan alasan perpindahan siswa swasta ke negeri yang terjadi di kota Semarang, baik secara administratif seperti pungutan liar ketika masuk di Sekolah negeri. Jika hal ini di biarkan, pihaknya khawatir siswa sekolah swasta akan pindah semua ke sekolah negeri.

“Sebagai orang lapangan, kejadian mutasi sekolah ini terdapat indikasi adanya dugaan aroma KKN yang didalamnya ada unsur transaksional, karena tidak mungkin sekolah negeri secara tiba-tiba mau menerima siswa swasta jika tanpa kesepakatan apapun,” ungkapnya. (BJ05)