Home Hiburan Omahe Whawin, Angkringan Solo Bernuansa Bali

Omahe Whawin, Angkringan Solo Bernuansa Bali

5402
0
Lokasi wedangan  Omahe Whawin, cara beda menikmati angkringan di Solo dengan nuansa Bali

SOLO, 8/5 (BeritaJateng.net) – Solo sangat identik wedangnya. Mulai wedangan kaki lima sampai hotel bintang lima. Harganya juga beragam, mulai dari harga yang ramah untuk kantong sampai harga yang menguras kantong.

Saat ini wedangan di kota Solo mulai dikemas dangan desain yang unik. Salah satunya adalah wedangan ‘Omahe Whawin’ yang berada di pinggir kota Solo

Mengusung konsep budaya Jawa dan bali wedangan omahe  Whawin menjelma menjadi “Ubudnya Solo.” Contohnya adalah desain lokasi wedangan yang memadukan interior Jawa seperti Joglo, gebyog, dokar, garu, kandang kerbau, patung kepala Budha, dan pernak-pernik patung khas Bali dan Jawa.

“Bahkan seragam pegawainya juga menggunakan kain batik tapi cara memakainya seperti orang Bali pada umumnya,” jelas Whawin Laura ketika ditemui beritajateng.net di lokasi wedangannya belum lama ini.

Di Bali, lanjut Whawin Ubud identik dengan suasana pedesaan, jauh dari kebisingan dan keriuhan kota. Wisatawan datang ke Ubub untuk mencari suasana berbeda, tenang dan nyaman dan asri karena rimbunnya pepohonan.

Kebetulan juga lokasi seluas 1.000 meter persegi letaknya agak masuk ke dalam meskipun sebenarnya berada di tengah kota Solo namun suasanq pedesaan masih terasa kental.

“Lokasinya masih asri, banyak pohon kamboja, ada bambu hias juga tanaman keras lainnya,” jelas Whawin.

Nuansa khas Bali juga sangat kental dengan alunan musik khas Bali, terkadang juga diselingi gamelan Jawa yang menemani  pengunjung menikmati sajian kuliner wedangan Omahe Wawin.

Wedangan yang berdiri pada Minggu, 21 Februari 2016 lalu menghadirkan beragam menu khas angkringan seperti nasi kucing, yang bisa disajikan dengan dibakar, seperti Nasi Bakar Ayam, Nasi Bakar Bebek, Nasi Bakar Otak-otak Bandeng, Nasi Bakar Kakap, Nasi Bakar Telur, Nasi Bakar Tahu Tempe, dan sebagainya. Tersedia juga berbagai jenis sate dan gorengan, juga beragam sundukan seperti sate, ati, usus dan masih banyak lagi.

“Menu unggulan di sini  juga menghadirkan masakan Jawa khas daerah pesisir. Seperti Mangut Ndas Manyung. Masakan ini disajikan dengan kuah yang kaya rempah-rempah,” promo Whawin.

Menu khas pesisir yang disajikan adalah Pecel Uleg Lontong, Tahu Campur Lontong, Pecel Petis Lontong, Mangut Wak Lele, Mangut Wak Welut, Mangut Wak Ndas Manyung, Botok Mercon.

Pengunjung menikmati sajian dan wedangan di angkringan Whawin.
Pengunjung menikmati sajian dan wedangan di angkringan Omahe Whawin.

Beragam pilihan minuman segar juga disiapkan. Ada juga minuman khas tradisional seperti  Wedang Lower, Wedang Uwuh, Wedang Soklat, Wedang Jahe Gepuk, Wedang Beras Kencur, dan Es Omahe Whawin. Harga makanan bervariasi antara Rp 5.000 – Rp 30 ribu. Sedangkan minumannya antara Rp 3.500 – Rp 8.500. Khusus mangut iwak manyung seporsinya dihargai Rp 30 ribu, bisa untuk 3 sampai 4 orang.

Sedangkan minuman unggulan di wedangan Omahe Whawin adalah wedang lower yang terbuat sari beragam rempah seperti jahe, kapulaga, kayu manis dan sedikit merica. Harga wedang lower di patok Rp. 5000

Minuman lainnya yang di cari pengunjung adalah Es Omahe Whawin juga spesial, es campur dengan buah, apel, peer, jambu, buah naga, melon, semangka, dan buah lainnya. Harganya di bandrol Rp 8.500.

Sajian unik lain di wedangan Omahe Wawin adalah Sweeke Ayam Kampung khas Purwodadi. Sweeke biasanya dari daging kodok, tapi diganti dengan daging  ayam.

“Ini bumbu rahasia keluarga, keistimewaanya ada di bumbu tauconya,” pungkas Whawin. (Bj24)