Home Headline Oknum PNS Kendal Ditangkap Polisi

Oknum PNS Kendal Ditangkap Polisi

Semarang, 18/11 (BeritaJateng.net) – Eko Edi Susanto (33) warga Sukorejo Kabupaten Kendal yang juga seorang PNS dari jajaran Pemkab Kendal diamankan oleh kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, lantaran terjerat kasus tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Uang yang semestinya diperuntukkan untuk dana haji dan umroh senilai kurang lebih Rp. 14 Miliar digelapkan Eko (tersangka) untuk bermain trading forex online (valas).

Tak hanya itu, seolah tanpa merasa berdosa, uang belasan Miliar Rupiah itu disalahgunakan untuk membeli dua bus, tiga mobil dan empat sepeda motor yang kesemuanya kini sudah disita Polisi sebagai barang bukti.

Kronologis berawal dari tersangka yang mengajak kerjasama dengan Farikhin Juwanda yang merupakan korban sekaligus pelapor. Tersangka menawarkan program paket haji khusus dan umroh dengan biaya murah, yakni Rp 12.500.000 kepada Farikhin.

Karena tergiur oleh tawaran tersangka,  korban pun menerima, hingga kemudian terjadi sebuah kesepakatan atau MoU antara tersangka Eko Edi Susanto dengan korban Farikhin Juwanda.

Selanjutnya, korban yang merupakan Kepala Cabang Jateng sebuah biro perjalanan umroh dan haji ternama ‘Al Habsy Travel’  memasarkan program tersebut kepada masyarakat, sampai pada akhirnya mendapatkan 823 jamaah umroh dan 14 haji khusus.

Karena sudah tertuang dalam sebuah perjanjian, seluruh dana yang berasal dari jamaah itu kemudian diserahkan oleh korban kepada tersangka. Namun, setelah masa tenggang pemberangkatan tiba, sebanyak 164 jamaah yang semestinya berangkat pada periode Maret hingga Mei 2015, tersangka tidak sanggup memberangkatkannya.

Lalu, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap jamaah, korban akhirnya memberangkatkan dengan uang pribadinya. Sementara sisanya sebanyak 673 jamaah yang harusnya berangkat pada bulan Desember 2015, hingga kini belum ada kejelasan.

Akibatnya, korban Farikhin Juwanda mengalami kerugian hingga Rp. 4,7 Miliar.

Dikatakan korban, sebelum terjadi sebuah kesepakatan tersangka mengatakan punya sebuah perusahaan bernama “Jafisa Centre” (Jihad Fii Sabilillah) yang dalam pelaksanaannya tersangka mengaku tidak mengambil keuntungan.

“Saya sempat mengajak ustadz Al Habsy agar meluangkan waktunya kepada saudara Eko (tersangka) untuk mendengar apa yang dipresentasikan oleh saudara Eko. Jadi saudara Eko secara langsung mempresentasikannya kepada beliau, ” kata Farikhin.

Selanjutnya, korban mengkonfirmasikan kepada Direktur Operasional Al Habsy Travel mengenai hasil presentasi tersebut.

“Setelah saya konfirmasi, pihak sana menyetujui dan mempersilahkan untuk diuji coba. Diawal banyak jamaah dari luar kota termasuk Jakarta tertarik atas rekomendasi pusat yang menyatakan bahwa betul program tersebut dari pusat yang diuji coba di Jawa Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, AKBP Musni Arifin menyatakan masih terus dalami kasus ini, termasuk melacak jumlah uang yang digelapkan oleh tersangka.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran haji maupun umroh yang tidak wajar atau terlalu murah dari biaya yang semestinya. Cek secara benar, jangan sampai menjadi korban oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/11).

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 372 KUHP jo pasal 2 ayat (1) huruf r, Pasal 3, 4 dan 5 UU RI. No. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. (Bjt02)