Home Lintas Jateng Ojek Online Rambah Kota Bengawan Solo

Ojek Online Rambah Kota Bengawan Solo

721
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Solo, 18/9 (BeritaJateng.net) –  Produk jasa ojek dengan basis aplilasi online yang merambah berberapa kota besar di Indonesai mulai merambah kota Solo. Meski mendapat penolakan keras dari Dishubkominfo fota Solo terkait akan beroprasinya ojek online, namun ojek berbasis aplikasi online bernama Get-Jek akan beroperasi perdana pada  Minggu (27/9/2015) mendatang. 

Ojek Get Jek ini akan melayani pengguna di seluruh eks Karesidenan Surakarta minus Boyolali. Get Jek sendiri memiliki personil di masing-masing wilayah. Dengan cara  menginstal aplikasi Get-Jek di smartphone atau tablet berbasis Android dan IOS akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan. 

Reza Rajasa (30), CEO dari Get-Jek menyebutkan bisnis ini memang terinspirasi dari jasa layanan serupa yang sudah ada sebelumnya namun meski sama-sama berbasis online namun pihaknya memiliki beberapa kelebihan dan  tidak hanya fokus pada satu bidang berupa ojek saja.

“Tujuan pendirian Get Jek ini untuk membantu memudahkan orang dalam beraktifitas dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” jelasnya ketika di temui di kantornya di Jl. Pertiwi No. 9 Gurawan, Pasar Kliwon, Solo Jumat (18/9).    

Jasa ojek Get Jek selain mengantar orang (ke lokasi tujuan) namun juga dimanfaatkan juga melayani pengiriman barang, produk  makanan, pendampingan pengurusan surat-menyurat, hingga penyediaan sarana promosi.

Bahkan keberadaan ojek Get Jek ini lanjut Reza bisa menjadi ladang pekerjaan bagi masyarakat. Kemudahan dalam aktifitas bekerja yang harus full time tidak ada dalam sistem kerja Get Jek ini. Semua driver memilih jam kerjanya sendiri. 

“Selain itu kita juga terapkan sistem pembagian hasil yang berbeda. Mereka mendapat hasil 75 persen dan management hanya mengambil 25 persen saja,” terang Reza.

Reza juga menegaskan pihaknya sudah memiliki persyaratan dalam berusaha yakni kelengkapan dokumen legal seperti  SIUP, NPWP, sampai HO. Dan dalam waktu dekat sebelum lounching akan ‘sowan’ ke  Dishubkominfo Solo, Polresta Solo, serta Balai Kota Solo.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat, tetap bersikeras menolak keberadaan ojek online di kota Solo yang dikhawatirkan nantinya bisa merepotkan penataan sistem transportasi di Kota Solo yang sudah berjalan. 

“Kota Solo sedari awal menolak keberadaan ojek online. Kalau kota lain diperbolehkan silakan, tapi di Solo tetap tidak boleh,” ungkapnya kepada wartawan belum lama ini. 

Herman juga menegaskan akan segera menertibkan keberadaan ojek online sebelum mereka resmi beroperasi. Jangan asal saja. Seharusnya mereka ijin dulu sebelumnya ke Dishubkominfo kota Solo. 

Meski belum beroprasi dan masih mendapatkan penolakan dari Dishubkominfo kota Solo namun masyarakat juga mendukung  jika benar akan ada ojek online di kota Solo. Dira salah satu warga asal Sangkrah Solo mengaku sangat senang dengan adanya ojek yang tidak hanya mengantar penumpang saja. 

“Ya welcome saja. Malah kita terbantu dengan keberadaan mereka. Bisa mengirimkan pesanan barang ke customer. Seperti jasa layanan antar gitulah,” pungkasnya. (BJ24).

Advertisements