Home News Update Nurul Indriyani, Mahasiswi Inspiratif Utamakan Pendidikan dan Cegah Nikah Muda

Nurul Indriyani, Mahasiswi Inspiratif Utamakan Pendidikan dan Cegah Nikah Muda

1822

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.net) – Nurul Indriyani, salah satu mahasiswi Universitas Diponegoro yang berhasil meraih penghargaan sebagai Anak Berprestasi di Bidang Pencegahan Pernikahan Dini, Kesetaraan Gender, dan Perluasan Akses Anak untuk Bersekolah.

Penghargaan ini diberikan pemerintah melalui Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Perlindungan Anak, Linda Gumelar, di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2012 lalu, di Teater IMAX Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Putri pertama dari pasangan Pujianto dan Siti Musa’adah ini terinspirasi oleh kisah nyata sang Ibu yang menikah saat usia dini tepatnya pada usia 15 tahun, karena menikah pada usia dini Siti Musa’adah tidak dapat melanjutkan sekolah dan mengubur cita-citanya. Siti Musa’adah berpesan agar anaknya tidak seperti dirinya ketika sudah dewasa.

Dara asal Dusun Karang Sari Desa Padang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini bertekad untuk terus melanjutkan pendidikan.

Screenshot_2016-01-04-17-50-52

Akhirnya, Nurul memutuskan untuk ikut kelompok anak PPAD Padang (Persatuan Pelajar Anak Desa Padang) yang sudah berdiri sejak 2006  di desanya.

Kegiatan dari PPAD adalah survey tingkat desa salah satunya ketika Nurul menjadi ketua tahun 2012. Hasilnya  dari tahun 2007-2012 ada sekitar 31 anak, 26 diantaranya adalah perempuan yang telah melakukan nikah muda dan sisanya laki-laki dengan rata-rata umur 15-18 tahun.

Tujuan survey yang dilakukan PPAD Padang adalah untuk mengetahui angka pernikahan usia muda yang ternyata hasilnya sangat tinggi dan rata-rata perempuan yang menikah berusia di bawah 18 tahun, kemudian PPAD Padang mencari solusi bersama karena menikah muda dinilai banyak menimbulkan kasus KDRT dan cerai. Selain itu PPAD Padang juga melakukan sosialisasi tentang bahaya menikah pada usia dini.

“Menikah usia muda karena adat di desa saya yang mengajarkan bahwa perempuan yang sudah menstruasi itu langsung menikah dan akan bahagia kehidupannya. Jika tidak cepat menikah akan menjadi perawan tua dan sengsara hidupnya. Menikah muda juga salah satu tanda agar tidak durhaka kepada orang tuanya,” ujar Nurul.

Mahasiswi jurusan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro ini merupakan salah satu dari dua anak Indonesia berprestasi yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Sebelumnya, Nurul dinobatkan sebagai Duta Kampanye BIAAG (Because I Am A Girl) Plan Indonesia. BIAAG Plan Indonesia merupakan kampanye global plan yang bertujuan untuk mencegah pernikahan anak usia dini, memerangi ketidaksetaraan gender, dan mempromosikan bahwa perempuan mempunyai hak dalam pendidikan.

Organisasi tersebut bekerjasama dengan PBB dalam menetapkan hari Anak Perempuan Internasional pada tanggal 11 Oktober 2012.

Nurul dipilih karena organisasi Plan tertarik dengan survey PPAD Padang serta didukung oleh orangtuanya. Orang tua Nurul sebagai objek yang mengalami pernikahan usia dini, dan mendukung  Nurul mengikuti seleksi dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan berhasil lolos kemudian.

Tahun 2012 Nurul berangkat ke New York mewakili Indonesia yang dihadiri oleh 7 negara, dan Nurul terpilih untuk mewakili Indonesia dari 7 negara  di Sekretariat PBB.

Di tingkat internasional, Nurul juga terpilih untuk mewakili anak-anak se-Asia Pasifik di Forum International Day of The Girl, di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada 11 Oktober 2012 lalu. International Day of The Girl merupakan event resmi PBB untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan bagi anak perempuan di dunia.

Untuk saat ini Nurul lebih memprioritaskan kuliah, agar dapat menempuh pendidikan seperti yang dicita-citakannya. Sebelumnya, ia sebagai siswi yang aktif mengikuti Forum Anak Kabupaten Grobogan, Forum Anak Jawa Tengah, dan  Forum Anak Nasional.

Harapan Nurul untuk PPAD Padang agar tetap berjalan dan melaksanakan tugas serta fungsinya yaitu menyadarkan para orang tua agar lebih mementingkan pendidikan pada anak sebelum menikah. (Bj)