Home Headline NU Batang Bakal Gelar Festival Musik Bambu Nusantara 

NU Batang Bakal Gelar Festival Musik Bambu Nusantara 

235
0
NU Batang Gelar Festival Musik Bambu Nusantara 

Batang, 23/6(BeritaJateng.net) – Nahdlatul Ulama Kabupaten Batang akan menggelar hajat besar Konferensi Cabang (Konfercab) XVII pada 14-15 Juli mendatang. Kegiatan ini rencananya diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung, Kandeman, Batang.

Konfercab XVII NU Kab. Batang 2018 ini akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian Pra Acara, antara lain Festival Musik Bambu NUsantara, 23 Juni 2018 di Jl. Veteran Kompleks Alun-Alun Batang, NU Batang Job Fair 11-12 Juli 2018, NU Batang Expo 12-15 Juli 2018, Ngaji Bareng Kyai Sepuh 14 Juli 2018, ketiganya bertempat di arena Konfercab XVII, dan puncaknya Konferensi Cabang XVII NU Kab. Batang yg rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU Prof. DR. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Festival Musik Bambu NUsantara yang digelar Sabtu 23 Juni 2018 di Jl. Veteran Batang (Kompleks Alun-alun Batang) ini menjadi Pra Acara perdana Konfercab XVII NU Batang yg akan menampilkan 14 grup musik tradisional bambu dari seluruh penjuru Kab. Batang. Festival ini digelar sebagai bagian ikhtiar “nguri-uri” seni tradisional agar tetap eksis di tengah gempuran modernisasi. Memelihara tradisi dan terus melakukan inovasi menjadi salah satu jargon NU yang dapat diimplementasikan di berbagai ranah kehidupan.

A Munir Malik, ketua panitia mengatakan, konfercab kali ini mengangkat tema ”Penguatan Jammiyyah dan Pemberdayaan Potensi untuk Kemuliaan Warga NU dan Batang sebagai Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur”.

”Konfercab diikuti seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Batang dari unsur syuriyah, tanfidziyah, pengurus lajnah dan lembaga, perwakilan 15 pengurus MWC, utusan 248 pengurus ranting NU se-Kabupaten Batang, serta peninjau dan tamu undangan,” katanya, kemarin.

Sedangkan untuk penggembira dalam rangkaian kegiatan tersebut diperkirakan sekitar 9.000 – 10.000 orang, terdiri atas warga nahdliyin dan masyarakat umum.

Ia mengungkapkan, konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi pada kepengurusan NU di tingkat kabupaten yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Konfercab digelar sebagai bagian mandat organisasi yang harus dilaksanakan untuk mengevaluasi capaian organisasi, serta meletakkan fondasi baru bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan perkembangan zaman dan masyarakat.

”Selain itu, konfercab juga untuk memilih kepengurusan baru yang akan mengarahkan biduk organisasi lima tahun ke depan, untuk masa khidmat 2018 – 2023,” ujarnya.

Ditambahkan, konfercab memiliki posisi sangat strategis bagi perkembangan NU khususnya di Kabupaten Batang karena geliat kebangkitan organisasi mulai nampak di beberapa ranah.

Pada tataran ideologis, eksistensi paham ahlus sunnah wal jamaah semakin diakui dan kokoh menjadi penjaga kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan mulai menjadi kiblat bagi negara-negara lain sebagai potret Islam yang rahmatan lil aalamiin. Pada tataran sosial-ekonomi, semangat kemandirian dalam berorganisasi dan pemberdayaan potensi warga mulai tumbuh baik di kalangan jamaah maupun jamiyyah.

”Gerakan Koin NU dan rintisan retail modern “Toko Nusantara” menjadi pertanda bangkitnya kemandirian warga nahdliyin untuk memberdayakan potensi warga sekaligus menyejahterakan mereka serta dapat memback-up biaya operasional organisasi. Dimulainya proses pembangunan Masjid, Rumah Sakit NU Batang juga merupakan wujud kemandirian warga NU yang secara bergotong-royong ingin merealisasikan mimpi bersama tersebut.

Warga NU batang juga diperkirakan akan punya radio baru sebagai portal penyambung suara serta media karena PT RADIO JADDA NUSANTARA sudah berdiri dan ijin operasional nya sudah dalam proses di KPID dan kominfo.

“Ke depan, saat struktur semakin diperkuat di semua level, smua komponen kekuatan NU dikonsolidir, maka NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah ini akan semakin terasa manfaatnta bagi warga, bangsa dan negara,” tegasnya.(AK/El)