Home Lintas Jateng Normalisasi Banjir Kanal Timur, Sebagian Warga Enggan Digusur

Normalisasi Banjir Kanal Timur, Sebagian Warga Enggan Digusur

Rumah-rumah warga dibantaran sungai Banjir Kanal Timur yang enggan digusur dan menyebabkan sendimentasi sungai.

Semarang, 16/1 (BeritaJateng.net) – Normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dengan rencana menggusur warga yang bermukim di bantaran sungai rupanya ditanggapi beragam warga. Sebagian dari mereka berharap dapat tetap tinggal tanpa digusur, namun dilakukan penataan.

Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang memiliki panjang hampir 9 kilometer kini kondisinya semakin memprihatinkan, karena dipenuhi sendimentasi tanah dan bangunan liar yang berdiri disepadan bibir sungai. Hal ini mengakibatkan air sungai sering meluap jika turun hujan deras.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di tahun 2017 telah merencanakan untuk memulai normalisasi. Normalisasi sungai menjadi salah satu solusi jitu dalam mencegah banjir dan luapan air dari sungai BKT.

Bukan tanpa kendala, sebab di sepanjang sungai BKT terdapat ribuan kios dan pemukiman warga. Sebagian warga yang tinggal di bantaran sungai mengaku siap dipindahkan, namun sebagian lainnya mengaku tak siap dan meminta diperbolehkan tetap tinggal lantaran tidak memiliki tempat tinggal lain.

Sungai Banjir Kanal Timur yang mengalami pendangkalan atau sendimentasi.
Sungai Banjir Kanal Timur yang mengalami pendangkalan atau sendimentasi.

Salah satu warga yang tinggal di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, Rosiyati mengaku tak ingin pindah dan tetap bermukim di sepanjang bibir BKT lantaran tak memiliki rumah lain untuk tempat tinggal. “Jangan digusur mas, kasihan warga gak punya tempat lain,” ujar Rosiyati.

Senada dengan Rosiyati, Bakri warga bantafan sungai BKT juga mengharapkan hal yang sama. Ia yang hanya bekerja sebagai penjual makanan atau warung mengaku tak mampu membeli rumah. “Semoga ndak digusur, biar bisa tetap tinggal,” katanya.

Jumlah bangunan di sepanjang bantaran sungai Banjir Kanal Timur sendiri dari data Pemkot Semarang mencapai 4 ribu lebih bangunan. Hingga saat ini proses pembebasan lahan bantaran BKT masih dalam tahap sosialisasi dan diharapkan selesai pada tahun ini.

Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini dalam kondisi memprihatinkan dengan sendimentasi yang cukup tinggi, sehingga setiap kali kota Semarang diguyur hujan maka sungai BKT tak mampu menampung vokume air dan akhirnya air di sungai ini meluap dan menyebabkan banjir. (El)