Home Ekbis Nongkrong Asyik Yuk di Angkringan ‘Polke’ Pamularsih

Nongkrong Asyik Yuk di Angkringan ‘Polke’ Pamularsih

5701
0

*Padupadan konsep tradisional dan modern khas anak muda

Semarang, 31/12 (BeritaJateng.net) – Retnowati (26) seorang Ibu Rumah Tangga yang dulunya pernah kuliah di Malaysia dan mengambil jurusan Multimedia, kini bersama suaminya membuka angkringan yang berlokasi di Jalan Pamularsih No. 42-44 Semarang. Angkringannya sendiri bernama ‘Polke’ alias jempol dan oke. Dibuka secara resmi pada tanggal 20 November 2015.

“Awalnya hanya merupakan Gor Futsal. Bisnis Futsal ini sudah berjalan selama 4 tahun milik suami yang kuliah sampai S2 dan mengambil jurusan Bisnis,” terang Retno saat diwawancarai di Angkringan miliknya, Rabu (30/12) malam.

Adanya permintaan dari pemain futsal karena tidak ada tempat untuk nongkrong menjadi dasar berdirinya angkringan Polke ini.

“Kita berpikir kenapa tidak membangun tempat makan yang resikonya tidak besar, modal kecil, dan perputarannya cepat. Akhirnya memutuskan membangun angkringan ini. Semua yang mendesain saya sendiri. Konsepnya tradisional-modern, dan tidak terlalu ‘ndeso’, nuansanya anak muda banget,” tutur Retno.

Semua menu merupakan hasil buatan sendiri. Angkringan Polke juga memiliki fasilitas wifi, playground untuk anak-anak, lesehan, live acoustic performance, musholla, serta letaknya strategis karena dekat dengan bandara (hanya 5 menit).

Adapula beraneka ragam nasi kucing, minimal 13 menu tiap harinya, diantaranya ada nasi sambel teri, bandeng lombok ijo, orak-arik pedo, ayam rica, ayam crispy, bistik ayam, cumi item, cumi crispy, udang crispy, telur balado, rendang daging, dll.

Juga aneka gorengan seperti, martabak, mendoan, tahu petis, tahu bakso, bakwan jagung, bakwan sayur, pisang goreng, dll. Aneka sate seperti sate ayam, kulit, usus, kerang, keong, kikil, lilit ayam, lilit daging, dll. Aneka jajanan pasar seperti jadah tempe, ketan bubuk, pisang caramel, donat, bolu kukus, dll. Aneka wedangan, misalnya wedang uwuh, wedang jahe, dan wedang ronde.

IMG_20151230_231651

“Awalnya saya suka nongkrong dan jajan. Pengalaman ini yang membuat saya dan suami berinisiatif membuka angkringan. Segmen kita adalah pemain futsal. Tapi di luar ekspektasi, karena tempatnya bersih, nyaman, dan luas, bisa juga untuk keluarga,” tandasnya.

Cewek-cewek, cowok-cowok dan semua kalangan bisa juga ikut gabung. Uniknya, angkringan ini memiliki konsep layaknya cafe dengan fasilitas tidak seperti angkringan pada umumnya yang ada di Semarang.

“Tidak ada kendala dalam mendesain, semua sudah di luar kepala, karena saya belajar multimedia dan desain. Harapannya semua kalangan bisa kumpul di tempat ini dan tidak harus membayar mahal,” ujar putri ketiga dari Rektor Udinus ini.

Retno mengungkapkan menu andalan angkringan miliknya adalah orak-arik pedo sambel teri dan wedang ronde buatan sendiri yang fresh.

Sebagai orangtua yang sekaligus merupakan Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Dr. Ir. Edi Noersasongko., M.Kom sangat terharu, trenyuh dan bangga.

“Kami mendukung penuh, sebagai Dosen Wirausaha, usaha yang dirintis putri saya sudah memenuhi 4 P, yaitu Price, Product, Place dan Pray. Kekuatan doa itulah yang luar biasa,” jelas Edi saat diwawancarai di angkringan milik putrinya.

Edi menambahkan, dari sisi edukasi putrinya tambah cerdas, kalau tidak cerdas tamunya tidak mungkin sebanyak ini.

“Saya berharap angkringan yang bisa menampung 120 lebih pengunjung, buka dari hari Selasa sampai Minggu, mulai jam 5 sore hingga jam 12 malam ini bisa tambah maju, mandiri, bermanfaat serta bisa berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, yang merupakan mahasiswa dari Bandung Jurusan Telkom, Faris Dzakiyy mengaku datang ke angkringan Polke karena diajak temannya Arga.

“Arga merupakan mahasiswa Udinus Semarang, ia memberitahukan jika ada angkringan baru yang menunya enak. Hanya saja bagi saya aksesorisnya terlalu mahal untuk  mahasiswa, contohnya gorengan harga satuannya 1500 rupiah. Kita biasa makan nasinya sedikit lauknya yang banyak heheh,” ungkap Faris sembari tersenyum.

Menurutnya, secara keseluruhan tempatnya memang asik untuk nongkrong. Band-band dari UKM Udinus juga tampil membawakan live acoustic, jadi semakin menarik.

“Angkringan ini sebagai wadah. Biar mereka tidak hanya jago kandang tetapi juga bisa tampil di tempat umum. Konsep anak muda juga lebih mengena. Sampai sekarang respon masyarakat masih aman, berharap terus meningkat dan pengunjung lebih banyak lagi,” jelas Retno.

Ia menambahkan jika pada perayaan malam tahun baru 2016 nanti akan ada live acoustic performance dan angkringan buka sampai jam 1 malam. Ada juga pesta kembang api dan tiup terompet. (BJT01)