Home Hukum dan Kriminal Niat Cari Kerja, Dua ABG Ini Justru Kena Tipu

Niat Cari Kerja, Dua ABG Ini Justru Kena Tipu

Ilustrasi


Semarang, 19/6 (Beritajateng.net) – Nahas benar nasib dua gadis Dwi (19), dan Muslimah (18) warga Tandang, Semarang. Keduanya yang merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Semarang ini, bermaksud melamar kerja sebuah pabrik. Namun, bukan pekerjaan yang didapat, justru dompet, telepon selulernya,  perhiasan emas kalung dan cincin melayang dirampas dua orang tak dikenal.

Korban yang merasa dirugikan ini akhirnya, melaporkan kasus yang menimpanya ke Polrestabes Semarang, Jumat (19/6).

Kepada polisi Dwi menceritakan kejadian tersebut bermula ketika ia bersama temannya Muslimah tertarik hendak melamar pekerjaan pada sebuah reklame.

“Saya baca ada lamaran kerja. Disana tercantum apabila tertarik kerja hubungi nomor terlepon yang tertera,” katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Karena penasaran akan perusahaan itu, ia langsung menghubungi nomor telepon yang tertera dipamflet bertuliskan PT. Fist Packing Indonesia. Telpon Dwi diterima seorang wanita yang mengaku bernama Vina. Kemudian, mereka janjian bertemu di pasar Bulu, Tugu Muda, Semarang.

“Saya telepon langsung kekantornya dan kepadanya meminta bertemu di Pasar Bulu,” tuturnya.

Sesuai waktu yang dijanjikan, Dwi bersama rekannya, Muslimah bertemu dengan seorang wanita bernama Vina bersama lelaki tidak dikenal. Namun dalam pertemuan, terlapor menawarkan jasa baik mengantar Dwi dan Muslimah ke calon tempat kerjanya. 

“Kami bertemu membicarakan kerja. Bahkan akan mengusahakan segera kerja dengan dijanjikan gaji UMR,” ungkapnya.

Tidak sabar akan tawaran jasa kedua orang terlapor itu, kedua korban meminta untuk bisa mengantarkan ke perusahaan itu.

Namun anehnya, kedua korban pergi ke calon tempat kerjanya tidak boleh mengendara motor sendiri, tapi diantar dengan cara dibonceng bertiga dengan  motor pelaku. 

“Saya diantarkan satu motor bertiga menuju tempat bekerja. Tapi anehnya motor suruh nitipkan,” jelasnya. 

Kedua korban diboncengkan, namun setelah pelaku dengan memaksa mintan kedua korban  melepas semua perhiasan, seperti cincin maupun kalung  yang menghiasi tubuhnya. Kemudian, perhiasan dimasukkan tas, lalu disimpan di dalam jok motor Beat pelaku.

“Awalnya tidak menaruh curiga saat disuruh melepas semua perhiasan emas. Alasan pelaku nanti bila diperiksa dengan alat detector di perusahaan tidak kelihatan. Sebab, di perusahaan ada larangan bagi karyawati mengenakan perhiasan emas,” kisah Dwi.

Setelah berputar putar ke luar masuk gang di belakang kantor PMI, jalan Mgr. Soegiyopranoto, Semarang, pelaku minta agar korban satu persatu turun dari boncengan. Alasannya, di jalan raya ada cegatan polisi. Keduanya, tidak menaruh curiga. Korban, yang diturunkan di tempat berbeda sadar tertipu setelah menunggu berjam jam namun pelaku tidak lagi kembali.

Sadar menjadi korban penipuan, kedua ABG tersebut akhirnya melapor kepada pihak berwajib dengan harapan pelaku dapat segera ditangkap.(BJ04)