Home Hiburan Ngopi dan Keroncong, Diskusi Politik Ala ISNU Demak

Ngopi dan Keroncong, Diskusi Politik Ala ISNU Demak

3235
0
Ngopi dan Keroncong, Diskusi Politik Ala ISNU Demak

Demak, 28/4 (BeritaJateng.net) – Ikatan Sarjana Nahdatul Utama (ISNU) Kabupaten Demak. menggelar acara Ngobrol Politik (Ngopi) di Hall Pondok Inap Citra Alam Demak, Jumat (27/4/2018) malam.

Meski paket acara berupa perbincangan politik namun suasana tak terlihat tegang, justru para peserta sangat santai menikmati berbagai wacana politik yang digulirkan oleh para narasumber dari KPU Demak dan DPRD Demak.

Acara ‘Ngopi’ yang dipandu oleh Ketua PWI Demak, Hasan Hamid itu, berlangsung semarak.

Suasana penuh keakraban dan canda tawa menyelingi acara ‘Ngopi’ yang baru pertama kali digelar oleh ISNU Demak.

Di sela acara bertajuk Partai Politik, Aspirasi Rakyat dan Masa Depan Demokrasi, para peserta Ngopi juga disuguhi alunan musik keroncong yang mendayu dayu, dari orkes keroncong Gita Citra Alam (GCA) Demak.

Sebagai pembuka perbincangan, Bambang Setya Budi, Komisioner KPU Demak, Bidang Perencanaan, Data dan Mutarlih, salah satu pemantik diskusi, menyampaikan materi yang berisi sosialisasi pemilu.

Ia berpesan agar masyarakat Demak lebih proaktif dalam pesta rakyat baik Pilgub Jateng 2018, Pileg maupun Pilpres.

“Pemimpin adalah pengambil kebijakan, Jateng memiliki APBD sekitar 24,9 Trilyun, anggaran sebesar itu harusnya diolah oleh pemimpin yang kompeten sehingga sampai kepada masyarakat tanpa pengecualian,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, kunci utama proses perubahan apapun ada pada pemimpin.

“Jika pemimpin tidak kompeten maka rakyat juga yang akan dirugikan. Untuk itu rakyat harus proaktif dalam pemilu mendatang,” himbaunya.

Terkait regulasi pemilu, masyarakat yang berhak memilih wakil rakyat ditentukan secara de jure (hukum) bukan de facto (pengakuan). Sehingga pemilih memerlukan bukti berupa KTP Elektronik.

“12 ribu lebih warga Demak belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Tanpa KTP Elektronik atau Suket dan undangan, pemilih tak berhak memberikan suara,” terang Bambang.

Selain narasumber dari KPU Demak, acara ‘Ngopi’ juga mengahadirkan pembicara dari DPRD Demak, diantaranya Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqin dari PKB, Wakil Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Ketua Baleg DPRD Demak, Nur Wahid yang juga Ketua DPD Partai Golkar Demak dan M Malik, anggota DPRD Demak dari Fraksi Gerindra yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Demak.

Nurul Mutaqin, yang juga ketua Ansor Demak,
menyampaikan, ISNU Demak sebagai wadah para intelek sebaiknya tidak hanya jadi penonton dalam prosesi politik.

“Untuk memilih pemimpin yang kompeten, organisasi semacam ISNU ini sebaiknya berpartisipasi aktif dalam pemilu, jangan pasif dan hanya jadi penonton,” icap Nurul.

Para politisi Demak juga membuka kran pembicaraan tentang pro kontra usaha hiburan malam (karaoke) di Demak.

“Perda tentang penyelenggaraan hiburan sudah ada, tetapi bukan ranah DPRD Demak untuk melakukan tindakan. Aparat hukum yang berhak menindak para pelanggar perda tersebut,” ungkapan tersebut dilontarkan Nurul untuk memancing tanggapan peserta.

Walhasil, gayung pun bersambut. Peserta langsung menanggapi wacana tersebut.

“Jika pansus benar benar ada, harusnya sudah ada tindakan jadi tidak terkesan saling lempar.
Jika kesulitan bertindak untuk menertibkan ‘bisnis nyanyi ning njero omah’ (karaoke) , yaa aparat kan bisa menggandeng ormas, ” ucap M. Arif, peserta yang juga mantan aktivis PMII.

Ali Maskun, Ketua ISNU Kabupaten Demak, mengatakan, ‘ Ngopi ‘ ngobrol politik ini menjadi sarana belajar para Sarjana NU Demak agar lebih melek politik. Sekaligus untuk membuka kran politik bagi Sarjana NU Demak untuk menyampaikan aspirasi politiknya.

“Acara ‘Ngopi’ ini akan kami adakan rutin dengan tema dan kemasan yang berbeda,” katanya. (El)