Home Ekbis Ngaji Wirausaha, Cara ISNU Demak Tularkan Virus Kaya

Ngaji Wirausaha, Cara ISNU Demak Tularkan Virus Kaya

3908
Ngaji Wirausaha, Cara ISNU Demak Tularkan Virus Kaya

Demak, 25/3 (BeritaJateng.net) – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak, menggelar acara Pesan_Trend Enterpreneurship, Sabtu (24/3/2018).

Acara pelatihan wirausaha di Ponpes Al Islah, Tembiring itu, selain diperuntukan bagi anggota ISNU Demak, juga diikuti oleh para Santri Demak.

“Acara ini kami kemas ngaji wirausaha, untuk menularkan virus kaya bagi teman ISNU dan para santri di Demak,” kata Ali Maskun, Ketua PC ISNU Kabupaten Demak.

Ngaji wirausaha merupakan salah satu program ISNU Demak dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap para sahabat ISNU dan santri dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber, baik itu dari segi permodalan dan wirausaha yang nantinya diimplementasikan di dunia nyata,” bebernya.

“Semoga setelah ngaji wirausaha ini, bisa menginspirasi sarjana NU di Demak. Sebagai sarjana kita jangan hanya menunggu adanya lowongan kerja, membawa lamaran kerja kesana kemari, akan tetapi kita harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” imbuhnya.

Acara ngaji wirausaha yang dipandu oleh Hasan Hamid, Wakil Ketua ISNU Demak itu menghadirkan pembicara Moh Syafi’i, Direktur PD BKK Dempet.

Moh Safi’i, mengajak para peserta ngaji wirausaha agar mau dan mampu merubah diri untuk hidup lebih baik dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Kunci sukses menjadi wirausahawan harus ulet dan bekerja keras.

Menurutnya, ada lima landasan dalam meraih sukses yakni jujur dalam perkataan dan perbuatan, tanggungjawab dalam mengemban amanah, komunikatif atau mampu berkomunikasi dengan santun dan bijaksana, cerdas dalam bekerja dan beraktifitas dan terakhir ikhlas dalam segala hal.

“Hidup itu pilihan. Kalau mau sukses ya harus bekerja keras. Mengelola usaha harus fokus , itu penting selain mempunyai semangat keyakinan,” kata Safi’i.

Selama memimpin PD BKK Dempet, pada tahun 2009 aset yang dimiliki hanya Rp 24 milyar, hingga pada akhir tahun 2017 aset perusahaan mencapai Rp 150 milyar.

“Bekerja harus smart. Perencanaan, team work, leadership yang baik. Sistem baik, pelayanan baik dan produk yang dihasilkan juga harus baik,” pungkasnya. (El)