Home Ekbis Nelayan Sepakat Lawan Kebijakan Menteri Susi

Nelayan Sepakat Lawan Kebijakan Menteri Susi

1247
0

SEMARANG, 27/12 (Beritajateng.net) – Batas akhir penggunaan alat tangkap Cantrang yang diperbolehkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah tanggal 31 Desember 2017. Praktis sejak tanggal 1 Januari 2018 akan dilakukan penindakan bagi nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tersebut.

Menyikapi batas akhir penggunaan Cantrang tersebut, Ketua DPP Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Riyono mengungkapkan, nelayan tetap akan nekat menggunakan Cantrang meskipun harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Nelayan sepakat akan tetap menggunakan Cantrang, meskipun resikonya harus berhadapan dengan penegak hukum di laut,” ungkapnya melalui telpon, Rabu (27/12).

Riyono menjelaskan, pihaknya sudah dua kali melakukan uji petik penggunaan alat tangkap Cantrang. Dari dua kali uji petik tersebut diperoleh kesimpulan alat tangkap yang dipersoalkan Menteri Susi sebagai tidak ramah lingkungan ternyata sangat ramah lingkungan.

“Uji Petik yang kedua kami laksanakan awal Desember kemarin serempak di beberapa tempat yakni di Perairan Tegal, Rembang dan Lamongan. Semua menunjukkan ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain diikuti oleh nelayan, jelas Riyono, uji petik tersebut juga diikuti oleh akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), namun pihak kementerian KKP yang diundang nelayan tidak ada satupun yang ikut hadir.

“Dari KKP tidak ada yang hadir. Boro boro hadir, diajak ketemu saja Bu Susi tidak pernah mau nemui,” keluhnya.

Ditanya resiko atas keputusan nekatnya tetap akan menggunakan Cantrang, Riyono mengatakan, nelayan tetap akan menghadapi apapun resikonya.

“Akan kita hadapi apapun resikonya. Wong kerja cari makan koq nggak boleh,” bebernya.

Menurut Riyono, sebenarnya aparat bisa memahami problematika nelayan Cantrang. Namun mereka bingung mau bersikap karena larangan penggunaan Cantrang yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen 2/2015) tersebut adalah mengikat bagi semua pihak.

(NK)