Nelayan Kesulitan Gunakan Jaring Gillnet Bantuan Pemerintah

SEMARANG, 4/9 (Beritajateng.net) – Ratusan nelayan di wilayah pantura yang menerima bantuan alat tangkap Gillnet sebagai pengganti Cantrang yang dilarang pemerintah mengaku kesulitan menggunakan Gillnet tersebut. Akibatnya saat ini banyak nelayan yang tidak melaut karena tidak memiliki alat tangkap yang direkomendasikan.

Salah seorang nelayan asal Juwana Pati penerima bantuan Gillnet, Rasmijan mengungkapkan, jaring Gillnet memiliki mata jaring yang besar sehingga tidak bisa digunakan di perairan utara Jawa. Sementara kalau digunakan di wilayah perairan lain jaraknya terlalu jauh dan tidak sepadan dengan modal perbekalan yang harus dikeluarkan

“Untuk melaut di Perairan utara Jawa modal perbekalan yang harus dikeluarkan antara 100 sampai 150 juta, sementara hasilnya hanya sekitar 50 juta, lama kelamaan kami bangkrut,” ungkapnya dalam dengar pendapat di Komisi B DPRD Jateng, Senin (4/9).

Rasmijan mengaku, banyak nelayan penerima bantuan Gillnet sudah menjual jaring yang dimiliki karena setelah diujicoba tetap kesulitan mengoperasikan dan pendapatannya sangat kecil.

“Menurut saya, Menteri KKP dan jajaran birokrasi di kementerian KKP tidak memahami situasi lapangan dimana nelayan berada. Nelayan bisa mati karena kebijakan,” katanya.

Senada dengan Rasmijan, salah seorang nelayan asal Demak, Sigit saat ini beralih profesi dari pekerjaannya sebagai nelayan dan saat ini kerja serabutan untuk menyambung hidup.

“Pak Sigit sekarang bekerja sebagai buruh bangunan,” kata Masnuah, pendamping nelayan asal Demak di depan rapat.

Banyaknya penerima Gillnet yang sudah menjual jaring bantuan pemerintah pusat tersebut diakui oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Lalu M Syafriadi. Menurut Lalu, sikap nelayan tersebut diaebabkan rasa frustrasi dalam menggunakan alat tangkap baru yang tidak kunjung mendapatkan hasil sebagaimana menggunakan alat tangkap yang lama.

“Berdasarkan pantauan yang kami lakukan, memang benar banyak nelayan yang sudah menjual gillnet tersebut.” urainya.

Menurut Lalu, pemerintah pusat kurang memberi sosialisasi yang cukup terhadap para nelayan penerima bantuan. Kalau sosialisi dan pelatihannya cukup dia yakin masyarakat bisa menerima.

(NK)

Tulis Komentar Pertama