Home Hiburan Nelayan Gempolsewu Gelar Sedekah Laut  

Nelayan Gempolsewu Gelar Sedekah Laut  

30
0
Tradisi larung sesaji yang dilakukan oleh para nelayan Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.
           KENDAL, 29/9 (BeritaJateng.net) — Ada tradisi unik yang setiap tahun dilakukan oleh para nelayan di Sendang Sikucing, Desa Gempolsewu, kecamatan Rowosari.  Mereka menggelar, pesta laut atau sedekah laut. Tradisi ini dilakukan setiap bulan Syuro atau Muharam.
             Tradisi ini digelar sebagai wujud rasa syukur dan doa agar para nelayan bisa mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Sedekah laut ditandai dengan melarung atau melepas kepala, kaki dan ekor sapi jantan ke tengah laut. Selai kepala sapi, juga ada bebrapa jenis jajan pasar, serta kemenyan ke tengah laut.
                Sebelum melarung sesaji terlebih dahulu tokoh agama memberikan doa, kepala sapi ekor dan kaki juga diberi wewangian dan juga doa agar seluruh nelayan bisa mendapatkan ikan yang banyak sehingga para nelayan bisa sejahtera. Semua ubo rampe sesaji tersebut dimasukan dalam miniatur kapal yang nantinya akan dilarung.
                   Kepala Desa Gempolsewu Heri Mardiyanto mengatakan larung sesaji dalam acara sedekah laut merupakan tradisi. Heri mengatakan untuk air laut yang berada di sekitar sesaji yang dihias dan merupakan miniatur kapal tersebut dipercaya warga bisa menyembuhkan penyakit dan mendatangkan rejeki. “Nelayan mempercayai jika minum air laut dan dipakai untuk cuci muka yang ada disekitar sesaji yang dilarung akan mendatangkan rejeki dan kesehatan,”ujarHeri.
                 Kepala Desa Gempolsewu Mardiyanto mengatakan Bupati Kendal hadir saat pembukaan dan mengikuti acara karnavalnya. “Untuk acara ritual larung sesaji Bupati tidak hadir karena ada acara, namun beliau sudah hadir dalam pembukaan sedekah laut yang kami kemas dalam acara festival budaya suro ini,” lanjutnya.
Tradisi larung sesaji yang dilakukan oleh para nelayan Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.
Tradisi larung sesaji yang dilakukan oleh para nelayan Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.
                Prosesi larung sesaji sendiri melibatkan banyak perahu, Perahu-perahu itu seolah berlomba mengitari perahu kertas isi sesaji yang dilarung ke laut lepas. Sejumlah nelayan mengambil air laut, dan diguyurkan ke perahu masing-masing. Prosesi ini bagi nelayan dianggap sebagai ngalap berkah atau menacari berkah. (sty/El)