Home Headline Na’as!! Tengah Terlelap, Anak 6 Tahun Tewas Tertimbun Longsoran Pagar Pembatas Pabrik

Na’as!! Tengah Terlelap, Anak 6 Tahun Tewas Tertimbun Longsoran Pagar Pembatas Pabrik

206
0
Rumah milik Misbah Munir warga Rt 1, Rw 3, Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu, Kota Semarang tertimpa longsoran talud sebuah pabrik.
         Semarang, 28/10 (BeritaJateng.net) – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Jumat (27/10) membuat tembok pembatas bangunan pabrik milik PT Ria Sarana Semarang longsor.
          Longsoran material menimpa rumah milik Misbah Munir warga Rt 1, Rw 3, Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang lokasinya tepat dibawah pabrik.
           Seorang penghuni yang merupakan anak dari pemilik rumah meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
           Peristiwa tanah longsor terjadi disaat pemilik rumah Misbah Munir berserta istrinya Juminten dan kedua anaknya terlelap tidur sabtu (27/10) pagi.  tembok pabrik tersebut kemudian jatuh menimpa rumah di bagian kamar. Dua anak misbah, yang sedang terlelap tidur menjadi korban tanah longsor.
        Risky anak pertama berhasil diselamatkan Misbah, sedangkan satunya lagi bernama Muhamad Hakim (6) langsung tertimbun balok beton pagar dan tanah. Meski sempat di larikan kerumah sakit namun nyawa hakim tidak dapat di selamatkan.
Rumah milik Misbah Munir warga Rt 1, Rw 3, Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu, Kota Semarang tertimba longsoran talud sebuah pabrik.
          “Kejadian sekitar pukul 3 pagi tadi, saat kejadian kedua anak Misbah tidur di kamar depan,  tepat disamping tebing, sedangkan pak Misbah bersama istrinya Juminten tidur di kamar belakang,” ungkap Supiyat, tetangga korban.
          Oleh pihak keluarga, jenazah korban langsung dimakamkan di TPU setempat.
           Sementara itu, Camat Tugu Semarang, Anton Siswartono mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pemilik pabrik, bahwa pemilik pabrik mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
           “Ini merupakan musibah yang tidak kita inginkan. Kejadian ini kebetulan karena ada pembangunan talud dan pagar pabrik sehingga terjadi sumbatan air, biasanya air lari kebawah, tertahan  tembok tersebut. Pihak pabrik bertanggung jawab dan langsung melakukan penanganan dengan membuat saluran agar tidak terjadi longsor susulan. Untuk sementara, pihak pabrik akan mencarikan kontrakan bagi korban, sembari menunggu perbaikan talud dan rumah,” jelasnya saat berada di lokasi bersama Muspika Tugu, Sabtu (28/10).
             Anton menghimbau warga untuk selalu waspada dengan curah hujan tinggi yang terjadi belakangan. Dan meminta untuk segera melaporkan setiap melihat potensi bencana.
           “Saya himbau kepada warga untuk selalu waspada, jika ada kejadian potensi bencana atau yang lainnya untuk segera melaporkan ke pihak RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, maupun TNI dan Kepolisian melalui babinkamtibmas serta babinsa setempat hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa,” tambahnya. (NH/El)

Na’as!! Tengah Terlelap, Anak 6 Tahun Tewas Tertimbun Longsoran Pagar Pembatas Pabrik