Home DPRD Kota Semarang MXGP Bakal Digelar Kembali di Semarang Pertengahan Juli Mendatang

MXGP Bakal Digelar Kembali di Semarang Pertengahan Juli Mendatang

434
Rapat Paripurna pembahasan MXGP 2019 di Kota Semarang

SEMARANG, 13/6 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan kembali menggelar Grand Prix Motocross MXGP of Asia pada 14 Juli 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu.

Ita, sapaan akrabnya, menerangkan, penyelenggaraan MXGP tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun lalu. Pada 2018 lalu, Pemkot Semarang memberikan dana hibah kepada Ikatan Motor Indonesia Jawa Tengah (IMI Jateng) untuk penyelenggaraan MXGP 2018. Namun, kali ini Pemkot mengemas gelaran internasional MXGP ini masuk dalam kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang.

“MXGP 2018 kemarin kan alhamdulillah bisa sukses memberikan multiplier effect terhadap perekonomian di Kota Semarang utamanya tourism. Oleh karena itu, pada 2019 ini kami akan selenggarakan kembali dengan mekanisme yang berbeda,” jelas Ita usai Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang.

Menurut Ita, persiapan untuk kegiatan ini sudah dilakukan dan masih terus berjalan. Pada gelaran ini, Pemkot bekerjasama dengan pihak asing sebagai pemegang lisensi sehingga membutuhkan persetujuan dari DPRD Kota Semarang.

“Kegiatan ini sudah mulai berporses, kami harap bisa segera mendapat persetuhuan sehingga kami bisa melangkah ke yang lainnya,” tutur Ita.

Sementara itu, gelaran MXGP ini hingga kini masih dalam pembahasan oleh para anggota dewan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi berharap, kegiatan MXGP 2019 ini bisa dilakukan secara transparan mulai dari pembahasan, keputusan, hingga nanti pelaksanaannya. Sehingga, persoalan yang terjadi pada kegiatan MXGP tahun lalu tidak akan terulang kembali.

“Menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebetulnya gelaran tahun lalu tidak ada persoalan, hanya saja surat pertanggungjawaban (SPJ) belum terlengkapi. Tapi karena itu merupakan dana hibah itu urusannya penerima hibah,” jelas Supriyadi.

Dengan mengubah mekanisme yang semula dana hibah menjadi dana kegiatan Dispora, menurut Supriyadi, hal itu akan memudahkan pihak DPRD dalam mengawasi dan memantau kegiatan tersebut.

Pertanggungjawaban kegiatan juga akan lebih jelas. Disisi lain, dengan mekanisme ini, MXGP 2019 akan memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD) melalui ticketing maupun sponsor.

“Kalau dulu dana hibah tidak memberikan kontribusi ke PAD. Melalui kegiatan Dispora, keuntungannya, hasil ticketing dan sponsor bisa masuk ke Kasda,” tuturnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here