Home Ekbis Musim Hujan Jadi Kendala Distribusi Elpiji

Musim Hujan Jadi Kendala Distribusi Elpiji

image

Semarang, 28/11 (Beritajateng.net) – Musim hujan menjadi kendala distribusi elpiji ke daerah-daerah sehingga tidak jarang terjadi kelangkaan di masyarakat, kata Manager Domestic Gas Region PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY Cornelius Damar Sasongko.

“Saat musim hujan seperti ini, keamanan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, salah satu contohnya adalah jalanan licin sehingga mengakibatkan laju kendaraan tangki elpiji tidak bisa secepat biasanya,” ujarnya di Bali, Jumat seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan keterlambatan SPBE (Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji) dalam mengambil elpiji ke depot Pertamina berpengaruh terhadap penyaluran elpiji.

Dia menjelaskan musim hujan juga berpengaruh terhadap operasional kapal laut yang mengangkut elpiji.

Jika turun hujan dengan angin cukup kencang, katanya, kapal pengangkut elpiji akan sulit berlabuh sehingga harus menunggu hujan dan angin reda.

“Kami pun mengakui bahwa elpiji ini merupakan salah satu kebutuhan paling penting masyarakat, tetapi kami harap masyarakat bisa memahami jika kendala ini berupa cuaca,” katanya.

Apalagi, katanya, kelangkaan elpiji sering dihubungkan dengan isu kekosongan pasokan di level Pertamina.

Mengenai kondisi tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir.

“Pada dasarnya pasokan kita cukup, jadi tidak perlu panik. Jika masyarakat panik justru suplai akan berkurang karena banyak masyarakat yang akan melakukan pencadangan,” katanya.

Pertamina berharap semua pihak ikut melancarkan proses distribusi elpiji dari Pertamina hingga ke level konsumen.

“Di luar kondisi alam, semua pihak harus mengawal proses distribusi elpiji dari depot Pertamina ke SPBE ke agen selanjutnya ke pangkalan baru terakhir ke rumah tangga,” katanya.

Ia mengatakan letak Jawa Tengah yang diapit oleh Jawa Barat dan Jawa Timur merupakan keuntungan tersendiri bagi provinsi ini.

“Keuntungannya adalah jika Jateng kekurangan pasokan maka kita bisa mendatangkan dari Jawa Barat atau Jawa Timur, dan yang pasti tidak memakan waktu terlalu lama,” katanya.(ant/pj)