Home Hiburan Musik Jadi Media Pertukaran Budaya Indonesia dan Belanda

Musik Jadi Media Pertukaran Budaya Indonesia dan Belanda

18
0
Musik Jadi Media Pertukaran Budaya Indonesia dan Belanda
             SEMARANG, 26/9 (BeritaJateng.net)  – Musik ternyata bisa dijadikan sarana untuk melakukan pertukaran budaya antara dua negara, seperti yang dilakukan oleh Sekolah Nasional Karangturi Semarang yang bekerjasama dengan Pusat Budaya Widya Mitra Semarang, menggelar konser musik Jazz dengan mendatangkan penyanyi asal Belanda Kris Berry, Senin(25/9) malam kemarin.
               Koordinator Pusat Budaya Widya Mitra Semarang, Seno Prakoso mengatakan jika kegiatan pertukuran budaya antara Indonesia dan Belanda tersebut diselenggarakan atas prakarsa Kedutaan Besar Belanda di Idonesia melalui Erasmushuis, dengan menyelenggarakan konser musik jazz.
                 “Kenapa musik Jazz, karena musik ini adalah musik yang populer di Belanda, pendekatan lewat musik dianggap bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia,” katanya saat ditemui di SMA Nasional Karangturi Semarang.
                Meskipun Belanda dan Indonesia adalah dua negara besar yang kaya akan kreativitas, kolaborasi budaya antar dua negara masih tergolong kecil. Sehingga dibutuhkan penyelenggaraan musik yang bisa dikemas dengan musik. “Kerjasama ini seperti diplomasi antar kedua negara, nantinya mungkin ada pertukaran pelajar dimana antar siswa bisa mempelajari budaya yang ada di masing-masing negara,” tuturnya.
                  Pengurus Yayasan Sekolah Nasional Karangturi, Harsono mengatakan jika pertukran budaya tersebut sesuai dengan visi sekolah yakni berwawasan global dengan semangat kewirausahaan, dimana kerjasama pertukaran budaya ini adalah bagian dari program berwawasan global yang diusung oleh Karangturi.
                 “Dengan datangnya musisi jazz asal Belanda yakni Kris Berry diharapkan para siswa bisa lebih mengerti akan musik dan budaya yang ada di luar negeri,” ujarnya.
                Ia menerangkan, pada siang harinya musisi asal Belanda tersebut diajak untuk melihat akulturasi budaya yang ada di Semarang, mempelajari tarian Semarangan, hingga melihat bangunan cagar budaya yang ada di Kota Lama. “Akulturasi budaya dan kesenian lokal di Semarang juga kita kenalkan, mereka juga kami ajak meniknati makanan kuliner khas Semarangan,” tuturnya.(El)