Home Life Style Museum Ranggawarsita Bantah Simpan Arca Ganesha Candi Duduhan Mijen

Museum Ranggawarsita Bantah Simpan Arca Ganesha Candi Duduhan Mijen

Dari sekian ratus arca berbagai bentuk yang berasal dari daerah di Jateng yang tersimpan di gudang arca museum Ranggawarsita Semarang, tak ada satupun arca Ganesha yang merujuk pada hilangnya ganesha candi Duduhan yang pernah di curi dari tempatnya.
Dari sekian ratus arca berbagai bentuk yang berasal dari daerah di Jateng yang tersimpan di gudang arca museum Ranggawarsita Semarang, tak ada satupun arca Ganesha yang merujuk pada hilangnya ganesha candi Duduhan yang pernah di curi dari tempatnya.
Dari sekian ratus arca berbagai bentuk yang berasal dari daerah di Jateng yang tersimpan di gudang arca museum Ranggawarsita Semarang, tak ada satupun arca Ganesha yang merujuk pada hilangnya ganesha candi Duduhan yang pernah di curi dari tempatnya.

Semarang, 7/10 (BeritaJateng.net) – Paska eskavasi (penggalian) situs candi Duduhan Mijen Semarang, beberapa arca yang pernah ada dan hilang mulai ditelusuri. Selain ada ditangan beberapa warga dusun Duduhan, kabarnya juga ada arca yang pernah hilang dicuri oleh warga asing di tahun 1970-an silam.

Salah satu warga penduduk Duduhan yang enggan disebutkan identitasnya menjelaskan jika di tahun 1970-an saat ramai-ramainya penemuan candi Duduhan pernah ada warga asing mencuri arca ganesha atau patung manusia berkepala gajah.

“Dulu pernah ada yang mencuri orang londo (asing, red), namanya Robert, tapi terus ketangkap di Jakarta dan ganesha dikembalikan kembali. Katanya sekarang disimpan di Museum Ranggawarsita Semarang,” bebernya yang menceritakan pencurian tersebut dari turun temurun warga desa Duduhan.

Bahkan beberapa arca seperti Nandi (patung sapi) dan arca lainnya malahan oleh warga hanya digunakan sebagai hiasan kampung dan tergeletak begitu saja dipinggir jalan desa.

Menanggapi hal tersebut, Budi Santosa Kepala Seksi Pengkajian dan Pelestarian museum Ranggawarsita Semarang membantah jika ada arca ganesha tersimpan dalam koleksi benda sejarah Museum Ranggawarsita Jawa Tengah.

“Setahu saya ndak ada ganesha dari candi Duduhan yang dieskavasi kemarin, museum tidak menerima ataupun menyimpannya,” katanya saat ditemuai BeritaJateng.net diruang kerjanya.

Budi menyatakan, jika di musemnya memang banyak patung ganesha namun bukan dari candi Duduhan. Ganesha-ganesha tersebut jumlahnya banyak namun berasal dari berbagai daerah seperti Magelang, Boyolali, Tegal, Pekalongan, Batang dan daerah lainnya.

“Setiap koleksi yang masuk ke museum pasti ada riwayatnya, ditelusuri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, kami hanya sebagai tempat menyimpannya saja,” bebernya kembali.

Namun Budi tak menampik jika ada salah satu ganesha yang diterimanya berasal dari Semarang, namun riwayat historisnya tak lengkap hanya tertulis tanggal kedatangan saja. “Ada satu ganesha dari Kodya Semarang, dengan register 04.10, dengan struktur tinggi 90 cm lebar 62 cm, dan tebal 46 cm, masuk 5 Juli 1980, dan didapat dari penampungan awal di Sobokarti,” paparnya.

Budi memaparkan historis museum Ranggawarsita sebelum berdiri di 1987 dan diresmikan pada 1990 banyak menerima arca dan benda bersejarah dari gedung Sobokarti Semarang.

“Dulu kan semua ada di Sobokarti, masih kewenangan pusat yakni Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata setelah ada otonomi daerah kemudian dialihkan wewenang kepada dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang, kita hanya menerima tanpa paham asal muasal benda-benda tersebut,” tambahnya.

Budi juga menegaskan kembali, jika pihaknya hanya menerima koleksi dari rekomendasi yang dititipkan oleh BPCB Jateng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. “Jika ingin tahu lengkap harusnya informasi ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang,” tukasnya. (Bj05)