Home Hiburan “Museum Mart 2015” Museum Multievent Sarat Pembelajaran Bagi Pelajar

“Museum Mart 2015” Museum Multievent Sarat Pembelajaran Bagi Pelajar

IMG_20151103_085535

Semarang, 4/11 (BeritaJateng.net) – SD Sekayu dan SD Gabahan 02 yang terletak di Jalan Karanganyar, Semarang merupakan beberapa sekolah yang turut hadir diantara 20 ribu pengunjung pelajar di Museum Ranggawarsita. Ada sekitar 18 stand museum dari Jawa Tengah, Jakarta, Bandung dan Banten yang juga menampilkan pameran dan produknya selama 5 hari dalam rangka memeriahkan ‘Museum Mart 2015’.

Kepala Sekolah SD Sekayu dan SD Gabahan 02, M. CH. Kusni Lestari., S. Pd sangat mendorong siswa-siswinya untuk berkunjung ke museum, melihat pameran dan menambah ilmu pengetahuan.

“Ternyata anak-anak aktif sekali. Mereka mencatat dan memotret setiap materi yang diterangkan oleh guide museum,” terang Kusni Lestari

Karena yang ada di museum masuk ke dalam materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, lanjut Kusni. Dari SD Sekayu ada 78 siswa, terdiri dari kelas 4, 5 dan 6 yang mengikuti dan melihat pameran. Sedangkan dari SD Gabahan 02 ada 58 siswa yang terdiri dari kelas 1 sampai 6.

“Saya melihat ini sangat mengesankan bagi anak dan guru, khususnya dari SD Sekayu dan Gabahan 02. Anak-anak dan guru menjadi lebih aktif menambah ilmu,” jelas Kusni Lestari.

Jumlah guru yang mengikuti pameran di Museum Ranggawarsita dari SD Sekayu ada 6 dan dari SD Gabahan 02 ada 5. Salah satu siswa kelas 5 dari SD Gabahan 02, Riska Ayu menceritakan pengalamannya saat melihat-lihat pameran di museum.

“Saya belajar IPS, seperti sejarah, manusia purba, kereta api yang ada di Indonesia dan peninggalan sejarah lainnya. Seru banget, bisa liat fosil,” ujar Riska.

Sementara itu Guru dari SD NU Pungkuran, Nur Istiqomah, S. Ag mengatakan saat awal masuk melihat pameran museum, siswa-siswinya diterangkan tentang peninggalan sejarah.

“Anak-anak mencatat saat diterangkan peninggalan senjata di Indonesia. Mereka juga diajak menonton bioskop 3 Dimensi,” tutur Nur Istiqomah.

Guru siswa kelas 6 dari SD NU Pungkuran ini sangat berharap kegiatan seperti ini bisa digelar setiap tahun. Pelajaran mendatangi, melihat dan mendengar secara langsung membuat memori anak lebih terkenang.

“Anak-anak secara antusias mengikuti kegiatan ini. Apalagi gratis, pelajaran IPS melatih anak menyimpulkan. Ini bisa menambah kecintaan pada budaya Indonesia,” tutur Istiqomah.

Di sisi lain, Kepala Museum, Stev Timisela., SH saat dikonfirmasi menjelaskan kondisi untuk bisa menyelenggarakan event seperti ini setiap tahun sekali perlu dikonsolidasikan terlebih dahulu.

“Mengadakan event besar memerlukan pelayanan yang prima. Guide, volunter dan tenaga relawan yang banyak juga harus dipersiapkan. Tujuan dari kami menagadakan pameran seperti ini, masyarakat dan siswa bisa teredukasi dengan baik atas koleksi museum yang disajikan,” terang Stev.

Stev berharap apresiasi masyarakat terhadap museum ditandai dengan animonya untuk berkunjung ke Museum lebih besar. Baik hanya untuk bermain, sekadar nongkrong maupun belajar lebih dalam. (BJT01)