Home Lintas Jateng MUI : Masyarakat Jangan Terbelah Akibat Pilkada

MUI : Masyarakat Jangan Terbelah Akibat Pilkada

MUI
MUI

Boyolali, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Majelis Ulama Indonesia Boyolali, Jawa Tengah, meminta masyarakat terutama kaum muslim tidak mudah terpecah belah karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Boyolali yang digelar 2015 mendatang.

“Kami melihat fenomena yang sering terjadi selama ini, pada setiap Pemilu. Sehingga, kami berpesan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah karena adanya kepentingan politik,” kata Ketua Umum MUI Boyolali KH Habib Ihsanuddin, di sela-sela acara Forum Sarasehan di SMK Negeri 1 Mojosongo Boyolali, Rabu (26/11).

Habib Ihsanuddin menjelaskan, dari sekitar 85 persen amsyarakat Indonesia beragama Islam tersebut tentunya memiliki jagoannya masing-masing untuk menjadi pemimpinnya.

Namun, para pendukung dalam pemilihan umum atau Pilkada menjadi lupa diri karena mereka terlalu fanatik terhadap jagoannya.

Masyarakat yang terlibat dalam pemilihan tersebut, kata dia, khususnya Umat Islam agar tidak mudah terbelah. Karena, mereka kadang-kadang lupa program tahunan dan tidak sadar akibat emosi dijanjikan sesuatu. Masyarakat lupa bahwa mereka sama-sama umat muslim.

Menurut dia, soal politik ada kalimat yang mengatakan bahwa dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi, tetapi yang ada kepentingan abadi. Artinya, di dalam politik berkawan dan bermusuhan sesuai dengan kepentingan.

Acara saresehan yang digelar oleh Forum Pengembangan Islam dalam Perubahan Sosial (Forpis), di SMKN 1 Mojosongo tersebut sebagai bentuk penangkalan masuknya paham radikal khusunya untuk kaum remaja.

Menurut Ketua Forpis, R. Setyawan, acara sarasehan tersebut untuk generasi muda terhadap paham radikalisme. Mereka harus dibentengi dan diberikan pengertian bagaimana paham radikal yang mulai masuk Indonesia.

Pembicara selain KH Habib Ikhsanudin, juga menghadirkan DR. H. Amir Mahmud selaku Dosen UNU Solo, dan H. Fauzi Arkan S,Ag,M.Ag (dosen STAIN Salatiga). (ant/pri)