MU Libas AFC 4:3 di Liga Santri

Tim Manhik United keluar menerima Piala LSN Region I Jateng di Lapangan Garuda, Srogo, Desa Sidorejo, Brangsong. 
                 KENDAL, 12/9 (BeritaJateng.net) — Ratusan Santri di Kendal menyaksikan laga final sepak bola antara MU melawan tim kesebelasan  AFC. Hasilnya mengejutkan, MU berhasil lolos sebagai juara satu dalam Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, di Lapangan Garuda Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong.
                 Namun MU disini bukan Menchester United melainkan Manhik United (MU) yakni tim kesebelasan dari Pondok Pesantren Manbaul Hikmah. Pun AFC bukanlah Al-Hilal Saudi Football Club melainkan Al-Falah Football Club (AFC) tim kesebelasan dari Ponpes Al-Falah Salatiga.
                     Tim MU atau tim kesebelasan Laskar Abah Suyuthi keluar sebagai Juara I dalam kejuaraan Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 1 Jawa Tengah (Jateng).  Laga Final kedua tim berlangsung sengit dengan perolehan skor 4:3 untuk MU. Skor tersebut didapat melalui adu pinalti.
                 Selama pertandingan berlangung, dari babak pertama hingga peluit panjang wasit berbunyi, kedua tim tidak berhasil mencetak angka sama sekali. Akhirnya oleh wasit diputuskan melalui adu pinalti.
                     Direktur MU, Basyarohman mengatakan jika kemenangannya adalah karena kekompakan semua tim. Tidak hanya pemain, tapi juga tim official dan dukungan dari suporter MU. “Kemenangan ini memang sudah kami targetkan. Setelah ini tim akan akan berlaga melawan jawara dari LSN Jateng Region II.
                   Perihal kesiapan pemainnya menghadapi LSN tingkat nasional, pihaknya akan terus melatih para pemainnya dan memperbaiki beberapa kelemahan selama bermain. “Sebelum ke tingkat nasional, antar juara antar Region Jateng nanti akan diadu pada 30 September GOR Kartini, Jepara,” kata pria tiga anak yang akrab disapa Gus Basyar ini.
                    Pemain menurutnya, juga perlu ditingkat skilnya. Terutama striker, sebab ia melihat banyak kesempatan gol namun tidak dimanfaatkan baik oleh para pemain. “Kami akan lakukan evaluasi juga terhadap penguasaan bola,” tambah Gus Basyar.
                   Ketua Panitia Pelaksana LSN Regional 1 Jateng, Sholahuddin Alahmadi mengatakan, bahwa untuk regional 1 Jateng diikuti oleh 27 tim dari 27 pondok pesantren (ponpes) di Jateng.  Untuk zona Semarang Raya (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal).
                  Selain itu jug digelar di Zona Pati Raya (Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, BLora, Grobogan) ada 13 tim. “Untuk Zoa Pati Raya akan digelar di Blora pada 15 September 2017 mendatang,” katanya.
                 Anggota DPR RI, Alamuddin Dimyati Rois mengatakan semangat dari LSN ini memfasiitasi bakat-bakat santri. Bahwa santri tidak hanya pandai mengaji saja tapi juga pandai dalam berbagai hal.
                     “Saya melihat bahwa santri sudah pernah ada yang jadi Presiden RI, Menteri, Anggota DPR RI, Kepala daerah. Nah, untuk pemain sepak bola dari banyaknya pemain sepakbola baru segelintir yang dari santri,” kata Gus Alam. (sty/el)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN