Home Lintas Jateng Mremo Lebaran, Pedagang Ramai-ramai Bikin Lapak di Reruntuhan Pasar Peterongan

Mremo Lebaran, Pedagang Ramai-ramai Bikin Lapak di Reruntuhan Pasar Peterongan

367
Pedagang Pasar Peterongan mulai membuat lapak di bekas reruntuhan bangunan Cagar Budaya Pasar Peterongan.

Semarang, 27/5 (BeritaJateng.net) – Tak kunjung mendapat kejelasan terkait pembangunan Pasar Peterongan, para pedagang ramai-ramai bikin lapak di tempat reruntuhan Pasar Peterongan yang merupakan bangunan cagar budaya yang usianya mencapai 100 tahun untuk mremo Lebaran.

Margiyono, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar unit Pasar Peterongan mengaku terpaksa membenahi lapaknya diantara reruntuhan bangunan cagar budaya untuk berjualan kembali.

“Saya terpaksa membenahi lapak menghabiskan dana sendiri sekitar Rp 3 juta, dengan tujuan bisa berjualan mencari nafkah. Sebab di penampungan sepi,” kata penjual konveksi dan pakaian di Pasar Peterongan ini.

Menurutnya, menjelang liburan sekolah seperti saat ini, merupakan momen yang sayang sekali bila dilewatkan. “Bagi kami para pedagang pakaian jadi, momen liburan sekolah dan Lebaran merupakan momen yang paling baik untuk mencari rezeki,” imbuhnya.

Pedagang berjualan pakaian di bekas reruntuhan pasar Peterongan.
Pedagang berjualan pakaian di bekas reruntuhan pasar Peterongan.

Sehingga, Margiyono mengaku rela mengeluarkan dana Rp 3 juta untuk memperbaiki lapak yang sudah nyaris diratakan dengan tanah, untuk diperbaiki lagi dan dimanfaatkan untuk berjualan.

Margiyono mengatakan, para pedagang yang lain juga pada saling menyusul membuat lapak untuk menempati lokasi bekas tempat yang pernah dimanfaatkan untuk berjualan.

“Kami membuat lapak hanya ingin mremo Lebaran agar dapat rezeki yang baik. Sebab ini momen yang paling baik untuk mencari rezeki. Daripada tempat kosong dan tidak jelas kapan Pasar Peterongan akan dibangun lagi,” tambah Margiyono.

Menurutnya, dana untuk perbaikan lapak ada yang mencapai sedikitnya Rp 3 juta, ada pula yang mencapai Rp 10 juta. Apabila Pasar Peterongan benar-benar akan dibangun kembali, Margiyono mengaku siap kembali ke tempat lain lagi.

“Kami belum memperoleh keterangan secara pasti kapan Pasar Peterongan akan dibangun kembali, sehingga kami manfaatkan untuk mremo Lebaran,” tambahnya.

Tempat kosong di reruntuhan Pasar Peterongan, menurut Margiyono, sering dimanfaatkan para gepeng untuk markas mereka berteduh, sehingga lebih baik ditempati kembali para pedagang dan pedagang bisa mremo mencari nafkah menjelang Lebaran.

Di tempat reruntuhan bangunan cagar budaya, Margiyono berjanji mau pindah bila material untuk rencana pembangunan Pasar Peterongan sudah datang dan pasar siap dibangun.

“Kami mau pindah lagi bila material untuk pembangunan Pasar Peterongan sudah datang,” tambah Margiyono.

Selain Magiyono, ada beberapa pedagang yang sudah menempati lokasi bekas pembongkaran bangunan Pasar Peterongan diantaranya, Abib (28) pedagang pakaian, Ny Robi (55) penjual pakaian jadi, Isti (30) penjual kardus roti, Mul (60) penjual sembako), Semedi (40) penjual sembako. (Bj05)