Motivator: Kesuksesan Dimulai dari Hal Kecil

Sekolah Bisnis Muslim (SBM) yang digelar di di Resto Six Water Game
         KENDAL, 21/4 (BeritaJateng.net) — Kesuksesan yang diraih seseorang saat ini tidaklah semata-mata didapatkan dengan mudah. Melainkan dari hal kecil untuk dibangun dan dipupuk sehingga bisa menjadi besar dan sukses.
        “Para pengusaha sukses mengawali segala sesuatu dari hal yang sederhana terlebih dahulu. Bahkan melalui kerja keras yang dilakukan dari nol hingga mereka akhirnya berhasil,” kata Motivator & Master Trainer dari TPC Corporation Semarang,  Edy Darmoyo, dalam acara Launching Sekolah Bisnis Muslim (SBM), di Resto Six Water Game.
         Tidak hanya itu, menurutnya sebuah bisnis yang besar seringkali justru berasal dari ide-ide kecil inovatif sebelum menjadi akhirnya besar. “Jadi jangan membayangkan kecil itu remeh atau besar itu wah. Tapi harus dibangun dengan pondasi yang kuat sehingga bisa besar dan sukses,” jelasnya.
           Kegiatan launching SBM sendiri sebenarnya digagas Majelis Ekonomi Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal. Sekolah tersebut bertujuan melahirkan pengusaha muslim yang bisa menjawab tantangan di era globalisasi seperti sekarang ini.
          Menurut Edy Darmoyo, kesuksesan seseorang tidak dibatasi oleh usia. Buktinya, beberapa pengusaha terkenal justru sukses di usia-usia yang bisa dikatakan tidak lagi muda. Atau sebaliknya bagi yang muda jangan menunggu tua untuk sukses. “Sebab banyak pengusaha yang sukses sejak muda,” katanya.
          Manusia, lanjutnya, mempunyai fitrah di dalam dirinya sebagai mahluk sosial yang berpikir. Jika mereka mampu melahirkan ide-ide dalam berbisnis. Pada akhirnya nanti justru uang yang akan menghampiri dirinya.
           Sementara di sisi lain tidak sedikit generasi muda yang mempunyai ide-ide dalam mengembangkan bisnis. Jika dua hal itu bisa disatukan, tentu akan luar biasa.
          “Sekarang ini, justru banyak orang yang memiliki uang, tetapi hanya disimpan saja. Namun jangan dilupakan, jika kesuksesan juga berasal dari tekad dalam diri-sendiri yang terus menerus diasah,” paparnya dihadapan sekitar 65 peserta.
           Terpisah, Ketua MEK PDM Kendal, M Noer Agoes mengatakan ilmu yang diberikan dalam SBM, diluar sekolah formal. Termasuk di dalamnya yakni peserta yang berasal dari berbagai usia dan kalangan. Peserta pun tidak dikenakan biaya saat mengikuti kegiatan ini, hanya membuat pernyataan bermaterai Rp6.000, sebagai bentuk kesanggupan mengikuti sekolah tersebut.
          “Kegiatan ini merupakan pertama kalinya. Direncanakan mereka akan melakukan pertemuan sebanyak 10 kali, setiap Senin malam. SBM sendiri diselenggarakan dalam rangka mewujudkan pengusaha yang tangguh dan mampu mengembangkan usahanya,” ucapnya. (sty/el)

Tulis Komentar Pertama