Motif Pembunuhan Pasutri, Pelaku Sakit Hati Tak Diberi Pesangon Kerja

Polisi mengamankan pelaku pembunuhan Pasutri di Purbalingga yang dibungkus bedcover dan dibuang ke sungai Klawing.
             Semarang, 13/9 (BeritaJateng.net) – Motif Pelaku pembunuhan pasangan Suami Istri Pengusaha Garmen asal Pekalongan Zakaria Husni dan Zakiya Masrur lantaran sakit hati.
                Ketiga pelaku Engkus Koswara (33) Warga Ciamis dan Sutarto (46) warga Grobogan dan Ahmad Zulkifli Warga Tangerang, Banten tega menghabisi nyawa kedua korban lantaran sejak usaha garmen korban tutup belum mendapatkan pesangon.
                     Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonisu Agus Rahmanto mengatakan bahwa ide membunuh dan perencanaan aksi berasal dari Zulkifli yang tak lain adalah mantan sopir perusahaan dan sopir pribadi korban.
                 ”Zulkifli sudah bekerja 20 tahun di perusahaan korban. Mengajak Sutarto dan Engkus untuk meminta uang pesangon di rumah korban,” ujarnya.
                  Saat menyambangi rumah korban pada hari Minggu (10/9) ketiga pelaku ini sudah menyiapkan potongan besi jika korban tidak memberi uang. Saat menyambangi rumah korban dalam keadaan sepi hingga dengan mudah para pelaku mengeksekusi korban.
                  ”Yang pertama dibunuh adalah istrinya. Saat dieksekusi korban masih mengenakan mukenah. Dieksekusi di kamar pembantu. Sedang suaminya Zakaria Husni dicegat di pintu garasi usai pulang dari masjid,” tambahnya.
Polisi mengamankan pelaku pembunuhan Pasutri di Purbalingga yang dibungkus bedcover dan dibuang ke sungai Klawing.
Polisi mengamankan pelaku pembunuhan Pasutri di Purbalingga yang dibungkus bedcover dan dibuang ke sungai Klawing.
                    Usai membunuh keduanya para pelaku ini menutupi jenasah menggunakan bed cover dan langsung ditaruh di bagasi mobil Altis warna silver B-2151-SBE. Sebelum meninggalkan lokasi para pelaku ini menguras sejumlah perhiasan, 4 BPKB mobil, 5 Sertifikat tanah, 15 Jam, Hp dan barang berharga lainnya.
                   ”Mayat dan mobil oleh pelaku sempat akan diletakkan di rumah korban yang berada di Pekalongan dengan alasan agar cepat diketahui orang,” imbuhnya.
                       Oleh ketiga pelaku mayat korban dibuang di Sungai Klawing Purbalingga pada Senin (11/9) sekira pukul 04.30 WIB. Zukifli, Sutarto dan Engkus memutuskan untuk ke Grobogan lantaran Zulkifli dan Sutarto berasal dari Grobogan.
                      Akhirnya pelarian ketiga pelaku pembunuhan berakhir setelah tim gabungan dari Subdit Ranmor dan Resmob yang di back up Polres Grobogan menangkap ketiganya saat sedang karaoke di Hotel Harmoni Indah. Petugas terpaksa menembak mati Zulkifli karena melakukan perlawanan.
                      Selain menyita mobil yang digunakan untuk membuag korban Polisi juga menyita uang Rp.100 juta hasil dari menjual perhiasan milik korban yang diambil di rumah korban di kawasan Bendungan Hilir Jakarta.  (Nh/El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN