Home Hiburan Monolog Cut Nyak Dien Sha Ine Febriyanti Pukau Ribuan Penonton di Semarang

Monolog Cut Nyak Dien Sha Ine Febriyanti Pukau Ribuan Penonton di Semarang

Sha Ine Febriyanti mementaskan monolog Cut Nyak Dien di hadapan ribuan penonton di Gedung Balairung UPGRI Semarang.
Sha Ine Febriyanti mementaskan monolog Cut Nyak Dien di hadapan ribuan penonton di Gedung Balairung UPGRI Semarang.
Sha Ine Febriyanti mementaskan monolog Cut Nyak Dien di hadapan ribuan penonton di Gedung Balairung UPGRI Semarang.

Semarang, 19/8 (BeritaJateng.net) – Aktris sekaligus sutradara Ine Febriyanti menilai Cut Nyak Dien sebagai sosok perempuan pejuang yang lengkap sehingga menginspirasinya untuk memerankan pejuang asal Aceh itu.

“Sebagai perempuan, pada masa itu tidak memungkinkan untuk berperang. Namun, Cut Nyak Dien bisa, tanpa melupakan perannya sebagai seorang ibu dan istri,” katanya di Semarang, Selasa.

Perempuan kelahiran Semarang, 8 Februari 1976 itu menjelaskan Cut Nyak Dien tetap tidak meninggalkan perannya sebagai ibu yang baik dan istri yang solehah di sela-sela perjuangannya.

Makanya, Ine menyebut istri dari Teuku Umar itu sebagai sosok perempuan pejuang yang lengkap yang mampu menginspirasinya dalam memerankan karakter Cut Nyak Dien dalam pergelaran monolog.

Setelah mementaskan monolog Cut Nyak Dien di sejumlah tempat, Ine menyempatkannya di kota kelahirannya, yakni Semarang, tepatnya di Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang, Selasa (18/8) malam.

Pentas monolog bertajuk “70 Tahun Indonesia Merdeka” itu terselenggara atas kerja sama Forum Wartawan Balai Kota (FOrwakot) Semarang, Universitas PGRI Semarang (Upgris), dan Rumah Budaya Kawan Kita.

Dengan kolaborasi mapping tiga dimensi dan alunan musik sello, Ine Febriyanti memukau ribuan penonton dengan memerankan karakter kuat Cut Nyak Dien.
Dengan kolaborasi mapping tiga dimensi dan alunan musik sello, Ine Febriyanti memukau ribuan penonton dengan memerankan karakter kuat Cut Nyak Dien.

Pementasan monolog yang dikemas apik, memukau ribuan penonton. Bukan hanya dari kalangan seniman dan teaterawan, mahasiswa, jajaran rektorat UPGRI Semarang serta jajaran Pemkot Semarang juga turut hadir.

Meski belum pernah ke Aceh, Ine mengaku mampu menyelami karakter Cut Nyak Dien dari banyak referensi yang ada dan belajar dari tokoh-tokoh Aceh, sampai fasih melafalkan logat Aceh.

“Malah saya belum pernah ke Aceh. Namun, beruntung saya dapat referensi dari kawan-kawan budayawan dari Aceh, kemudian belajar juga dari tokoh-tokoh Aceh,” kata alumni SMP Negeri 5 Semarang itu.

Ine juga merasa beruntung ada sosok Christine Hakim yang pernah memerankan karakter Cut Nyak Dien dalam film “Tjoet Nja’ Dhien” yang mampu menemukan energi pahlawan dari Negeri Serambi Mekah itu.

“Saya pernah ngobrol dengan beliau (Christine Hakim, red.) mengenai sosok Cut Nyak Dien. Beruntung sudah ada Christine Hakim yang sudah menemukan ‘energinya’, dan sekarang aku pinjam,” pungkasnya.

Pementasan monolog “Cut Nyak Dien” pertama kali dipentaskan di Galeri Indonesia Raya pada 13 April 2014 yang dipersiapkan empat hari oleh Sha Ine Febriyanti, sebagai nama panggungnya.

Sementara itu, Ketua Forwakot Semarang Lanang Wibisono mengatakan pertunjukan monolog “Cut Nyak Dien” yang terbuka untuk umum dan gratis itu sekaligus untuk memeringati HUT Ke-70 Kemerdekaan RI.

“Kami memang sengaja tak memungut tiket dari pentas monolog ini. Kami ingin memberikan suguhan masyarakat secara gratis, apalagi sekarang ini momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI,” katanya. (Bj05)