Home Hukum dan Kriminal Modus Penipuan Baru, Pelaku Mengaku Menculik Dan Akan Bunuh Anak 

Modus Penipuan Baru, Pelaku Mengaku Menculik Dan Akan Bunuh Anak 

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

*Purnomo Dimintai Tebusan Rp. 70 Juta

Semarang, 23/6 (BeritaJateng.net) – Seorang ayah bernama Purnomo Ari Wibowo (40) warga Benteng, Gayamsari gelisah seketika setelah mendapat telepon seorang tidak dikenal bahwa anaknya telah diculik dan meminta tebusan uang Rp. 70 juta.

Kepada polisi Ari menceritakan, awal mula pihaknya mendapat telepon dan pesan singkat melalui handphone, pelaku meminta uang tebusan sambil mengancam apabila tidak di transfer uang oleh orang tua korban, anaknya akan dibunuh.

“Saya juga khawatir pada saat itu juga anak saya Maulana Fathur (17) tidak ada di rumah,” katanya.

Namun yang menurutnya janggal yakni dalam telepon yang diterimanya mengaku sebagai anaknya dengan memangilnya dengan sapaan “abi”.

“Dari telepon terdengar suara mirip anak saya dan memanggil saya abi,” ujarnya, Selasa (23/6) siang.

Karena takut, oleh pelaku yang mengancam akan membunuh anaknya jika tidak mentransfer uang sejumlah Rp. 70 juta. “Orang itu mengaku bernama Syahrudin suruh mengirim dana Rp. 70 juta nomor rekening Mandiri,” katanya.

Karena bingung akan menjadi korban penipuan. Purnomo yang secara sedianya akan mentransfer di kawasan BSB Mijen. Disanalah mengetahui mobil Toyota Avanza bernopol H-8686-LH yang biasa dikendarai anaknya.

“Saya hapal betul, mobil yang saya lihat itu Fathur. Tahu itu anaknya lalu menghubungi polisi lalu lintas untuk menghentikan lajelasnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Supriyanto mengatakan tahu dari laporan akan adanya tindak penipuan dengan modus penculikan, pihaknya mengerahkan anggota untuk mencegat mobil tersebut.

“Kebetulan mobil itu melewati Jalan Pandanaran, dan secepat mungkin petugas langsung memberhentikan mobil itu,” ungkapnya.

Supriyanto menambahkan setelah mobil itu berhasil dihentikan oleh petugas keduanya langsung dibawa ke Pos Patwal di Simpang Lima.

“Kami bawa di Pos, dalam keterangannya, Anaknya tidak apa-apa. Malah tidak tahu kalau ada orang yang mengancam,” pungkasnya.

Hingga kini kedua anak tersebut Meilinda (17) dan Fathur dibawa ke Polrestabes Semarang untuk pemeriksaan lanjutan.(BJ04)