Home Hukum dan Kriminal Mobil Rental Kok Digadaikan, Ya Jadi Tahanan

Mobil Rental Kok Digadaikan, Ya Jadi Tahanan

476

image

Semarang, 17/6 (Beritajateng.net)-Aparat Polsek Mijen mengamankan pria bernama Surantono (48) warga Gedangan, Boja, Kendal.

Ia ditangkap lantaran terlibat kasus penggelapan delapan unit mobil rental.

Kepada polisi Surantono mengatakan tidak ada niat untuk menggelapkan mobil rental tersebut, melainkan untuk mencari keuntungan dengan menyewakan kembali mobil yang ia sewa kepada keponakannya di Sumedang Jawa Barat.

“Niat awal hanya cari keuntungan dengan modal sewa mobil rental. Jadi tidak ada niat menipu,”katanya saat gelar perkara di Polsek Mijen, Rabu (17/6).

Dikatakan Surantono berawal dari modal meminjam rental itu, niat mencari keuntungan tersebut kandas setelah sang keponakan yang diketahui bernama Dedi itu justru malah menggadaikan mobil tersebut.

“Saya sewa tiap bulan Rp4,5 juta. Lalu sewa lagi mobil Xenia Rp15 juta untuk tiga bulan. Terus saya sewakan ke keponakan saya 5 bulan,”jelasnya.

Dari hasil mobil rental yang disewakan kepada keponakannya itu lalu digunakan lagi oleh Surantono untuk menyewa mobil Xenia lainnya hingga total Surantono menyewa delapan mobil.

“Malah nggak jadi untung malah kejeblos utang. Ya seperti gali lubang tutup lubang mas, ” tuturnya.

Karena uang dan mobil tak segera dikembalikan oleh keponakannya tersebut Surantono memutuskan tidak membayar uang sewa  dan berencana menipu pemilik mobil.

“Jadi total saya pinjam empat rental mobil tidak saya bayar. Mau bayar uang malah nggak balik, yah apes mas,”akunya.

Kapolsek Mijen AKP Sapari mengatakan pelaku ini diketahui melakukan aksi menggelapkan mobil sudah direncanakan. Hal itu terbukti setelah beberapa mobil rental yang disewanya tidak dikembalikan malah digadaikan.

“Mobil rental yang disewa semua itu digadaikan bersama, total ada delapan mobil. Tapi yang kami amankan ada lima unit, tiga sisanya sudah diambil pemiliknya. Keduanya dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara, ” tandasnya.(BJ04)