Home Ekbis Mitra Gojek Dibekali Ilmu P3K dari PMI, Antisipasi Kondisi Darurat di Jalanan

Mitra Gojek Dibekali Ilmu P3K dari PMI, Antisipasi Kondisi Darurat di Jalanan

529
Mitra Gojek Dibekali Ilmu P3K dari PMI, Antisipasi Kondisi Darurat di Jalanan

Semarang, 28/2 (BeritaJateng.net) – Sebagai SuperApp, penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia, Gojek konsisten menjalankan berbagai inisiatif guna menghadirkan layanan transportasi yang paling aman bagi masyarakat.

Gojek menggandeng Palang Merah Indonesia untuk memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersertifikat kepada para mitra. Inisiatif ini dilakukan sebagai wujud partisipasi aktif Gojek menekan risiko kecelakaan lalu lintas (laka) di jalan raya.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa di tahun lalu yang telah dijalankan di 6 kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Yogyakarta dan Solo. Memasuki tahun 2020, Gojek menargetkan untuk dapat melatih mitra di 20 kota operasional utama termasuk diantaranya Kota Semarang yang telah dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2020.

Berdasarkan data World Health Organization, laka merupakan salah satu risiko keamanan yang patut menjadi perhatian bersama dan berpotensi merugikan suatu negara sebesar 3% dari Pendapatan Domestik Bruto. Bukan itu saja, laka merupakan penyebab kematian utama bagi kelompok masyarakat usia muda yang hampir setengahnya merupakan kelompok masyarakat di usia produktif.

Arum K. Prasodjo, Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Region Jateng DIY mengatakan, “Melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia, kami merangkul para mitra, khususnya yang tergabung dalam komunitas Unit Reaksi Cepat (URC). Komunitas URC selama ini telah berinisiatif menolong sesama mitra maupun pengguna jalan lain yang membutuhkan dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Untuk itu, kami berkomitmen untuk semakin memberdayakan mereka melalui pelatihan P3K yang diberikan oleh pihak yang berkompetensi.”

Mitra driver yang tergabung dalam komunitas URC, merupakan perpanjangan tangan Gojek dalam merespon situasi darurat yang terjadi di jalan raya. Dalam aktivitas sehari-hari, komunitas URC dapat terhubung langsung dengan Unit Darurat yang dikelola oleh tim Critical Services Gojek.

Dwi Hariyadi, Kepala Pusdiklat Palang Merah Indonesia (PMI) menyampaikan “PMI menyambut positif kerja sama dengan Gojek. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk membuat semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan di saat darurat. Keterampilan penolong tidak boleh disepelekan, harapan kami dengan materi yang komprehensif, mitra driver sigap memberikan respon yang tepat untuk kondisi darurat di jalan raya.”

Pelatihan P3K yang diberikan oleh PMI berlangsung selama satu hari di Semarang diikuti oleh 38 Mitra Driver Gojek yang adalah para ketua komunitas yang selama ini aktif memantau laka para mitra di jalan raya dan berkolaborasi dengan Gojek. “Pelatihan dan sertifikasi ini perlu dilakukan agar penanganan korban kecelakaan yang dilakukan oleh tim rescue sesuai dengan standar medis yang benar dan tepat,”imbuh Arum.

Pelatihan yang diberikan meliputi teknik pertolongan pertama praktis untuk para driver tim URC Gojek dengan materi manajemen kecelakaan lalu lintas, menghubungi bantuan ambulans, teknik melepas helm pengendara bermotor, mengendalikan luka perdarahan, patah tulang dan gangguan persendian pada alat gerak, serta evakuasi pasien ke titik aman. Pelatihan bersertifikat ini berlaku untuk satu tahun dan harus diperbarui setiap tahunnya dari Palang Merah Indonesia dengan pola 8 jam yang menyesuaikan kebutuhan peserta di lapangan.

Setelah mengikuti pelatihan pertolongan pertama praktis ini Mitra Gojek memiliki pengetahuan, kepercayaan diri serta keterampilan untuk melakukan teknik mengendalikan luka perdarahan, patah tulang dan gangguan persendian pada alat gerak. Dalam memberikan pertolongan, Mitra Gojek diharapkan dapat memanfaatkan perlengkapan P3K yang dimiliki, maupun peralatan yang tersedia di lapangan. Misalnya, bersama-sama dengan orang di sekitar maupun Mitra Gojek lain, memanfaatkan jaket driver untuk melakukan evakuasi korban menuju titik aman. Tak hanya itu, para Mitra Gojek dapat menghubungi ambulans jika korban butuh untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Keselamatan dan Keamanan Sebagai Prioritas Utama Layanan Transportasi Ride Hailing Gojek
Menghadirkan mitra driver yang sigap dan andal, merupakan bagian dari komitmen Gojek untuk melindungi pelanggan dari risiko keamanan di jalan raya. Upaya Gojek ini dilakukan sejak tahap yang paling awal. Sebelum bergabung, calon mitra Gojek diwajibkan untuk menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta memenuhi syarat minimal kondisi kendaraan.

Setelah bergabung, mitra diberikan edukasi mengenai tata cara layanan yang aman, serta berbagai jenis pelatihan juga Gojek berikan untuk meningkatkan kualitas mitranya. Salah satunya melalui pelatihan keselamatan berkendara yang diselenggarakan Korlantas Polri dan Rifat Drives Labs (RDL) sejak tahun 2017 dan telah diikuti lebih dari 500 ribu mitra Gojek. Sementara, dalam kesehariannya mitra dan pelanggan dapat memberikan rating dan mengisi kolom komentar untuk membantu Gojek memonitor perilaku tidak aman.

Langkah perlindungan komprehensif dari Gojek, turut diwujudkan dengan kehadiran perlindungan asuransi pada setiap perjalanan dalam layanan transportasi Gojek, baik GoRide maupun GoCar. Perlindungan yang diberikan mencakup penggantian biaya pengobatan, risiko cacat permanen hingga risiko kematian karena kecelakaan.

Untuk layanan GoRide, Gojek menggandeng Allianz yang didukung oleh teknologi dari PasarPolis. Sementara untuk layanan GoCar, Gojek menggandeng Jasa Raharja yang menjalankan mandat dari negara untuk memberikan perlindungan bagi setiap perjalanan angkutan umum di Indonesia.

“Kami ingin masyarakat senantiasa merasa aman ketika sedang berada di perjalanan bersama mitra-mitra kami. khususnya pelanggan kami mendapatkan layanan yang prima dari driver-driver yang andal dan terlatih. Kami juga menghadirkan perlindungan asuransi sehingga pelanggan dan mitra driver, dapat meminimalisir berbagai risiko yang dapat terjadi di jalan raya. Hal ini merupakan komitmen kami untuk membuat mitra driver dapat bekerja dengan tenang, sekaligus mengukuhkan layanan Gojek sebagai pilihan utama masyarakat,” jelas Arum. (El)