Home Headline Miris!! Pemuda Dibawah Umur Jadi Otak Sindikat Komplotan Spesialis Curanmor

Miris!! Pemuda Dibawah Umur Jadi Otak Sindikat Komplotan Spesialis Curanmor

Semarang, 21/11 (BeritaJateng.net) – Komplotan pencuri spesialis ranmor (kendaraan bermotor) dibekuk Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Namun siapa sangka, otak dibalik sindikat ini merupakan seseorang yang masih dibawah umur yakni inisial AF, warga Banyumeneng, Mranggen, Kabupaten Demak.

Dalam kurun waktu hampir satu tahun atau selama tahun 2015, tercatat sebanyak 40 TKP yang berbeda komplotan ini pernah melakukan aksi tindak kejahatan.

Saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (21/11) siang, AF yang juga sebagai eksekutor mempraktikan teknik bagaimana ia membobol kunci sebuah sepeda motor. Baginya tak butuh waktu banyak untuk menggondol sepeda motor yang menjadi sasarannya.

Adapun modusnya, pelaku menggunakan kunci leter T untuk bisa merusak motor korban. Sementara tempat yang menjadi sasaran dari pelaku ini kebanyakan tempat-tempat yang difungsikan sebagai fasilitas umum, khususnya yang ada di wilayah Kota Semarang, seperti tempat ibadah, kos-kosan, hingga pemukiman warga.

Selain mengamankan AF, polisi juga meringkus tiga orang lain yang terlibat dalam aksi kejahatan yang dilakukan AF. Dua orang masing-masing berinisial MSA alias Ipul (21) dan YAS alias Unyil (19) keduanya warga Kebonbatur, Mranggen, Kabupaten Demak, serta seorang berinisial MSK alias Antok (26) warga Sidorejo, Karangawen, Kabupaten Demak.

Dalam melakukan aksi kejahatannya, komplotan ini mempunyai peran yang berbeda-beda. AF misalnya, ia sebagai eksekutor. Sementara Ipul dan Unyil bertugas mengawasi keadaan. Sedangkan Antok sebagai penerima hasil dari aksi kejahatan ketiganya.

Dihadapan petugas, para pelaku mengaku mengincar motor-motor yang mempunyai nilai jual yang tinggi seperti Kawasaki Ninja dan Suzuki Satria FU. Namun bukan berarti, motor selain itu, pelaku pun juga bisa menggondolnya bila kesempatan ada di depan mereka.

“Paling dalam hitungan menit untuk bisa membuka kontak motor. Biasanya dijual didaerah Pati, Grobogan dan sekitarnya. Setiap motor saya dapat Rp. 1,5 Juta,” ujar AF yang kesehariaanya sebagai kuli bangunan itu.

Pada hari Sabtu, Tanggal 31 Oktober 2015 lalu merupakan kali terakhir para pelaku melakukan aksinya. Saat itu, sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU warna putih abu-abu milik Aris Prasetyo (24) yang terparkir dirumahnya, di Jalan Karangannyar V/13 RT 02 RW 03 Kelurahan Gabahan, Semarang Tengah, sanggup mereka gasak.

Tidak berselang lama setelah kejadian, para pelaku berhasil dibekuk Tim Resmob Polrestabes Semarang pada hari Kamis, 19 November 2015 di Desa Kebonbatur, Mranggen, Kabupaten Demak.

IMG_20151121_104107[1]
Dua pelaku curanmor terkena timah panas saat mencoba melarikan diri

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menghimbau kepada masyarakat yang memiliki sepeda motor untuk memasang kunci pengaman tambahan.

“Karena kalau kunci dari bawaan pabriknya mudah dibobol. Hal itu dimaksudkan untuk antisipasi maraknya para pelaku curanmor, dan hati-hati juga pada saat memarkirkan sepeda motor,” terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini keempat pelaku diamankan di Mapolrestabes Semarang berikut beberapa barang buktinya, diantara sembilan unit sepeda motor, sebuah kunci leter T dan barang bukti lainnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, pelaku akan dijerat Pasal 363 KUPH tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Bjt02)