Home Headline Meski Hujan, Malam Pergantian Tahun di BKB Semarang Tetap Semarak

Meski Hujan, Malam Pergantian Tahun di BKB Semarang Tetap Semarak

394
0
Grand Launching Bridge Fountain di BKB Semarang.
       SEMARANG, 31/12 (BeritaJateng.net) – Pesta malam pergantian tahun yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang di Banjir Kanal Barat (BKB) diwarnai dengan hujan, Senin (31/12). Pantauan di lokasi, hujan mulai mengguyur wilayah BKB sejak pukul 19.30 WIB.
       Dua panggung hiburan yang didirikan yaitu di Jalan Madukoro Raya dan Jalan Bojongsalaman sudah dipenuhi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun sejak pukul 19.00 WIB.
        Adapun panggung hiburan utama di Jalan Bojong Salaman dibuka oleh oenampilan band indie Good Morning Everyone, kemudian juga diisi oleh band-band lokal dan. Hal itu semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan malam pergantian tahun.
        Pertunjukan di panggung utama akan di tutup oleh penampilan band Ibukota J-Rock. Untuk panggung ke dua yang berada di Jalan Madukoro Raya diisi oleh penampilan band lokal yang memainkan alat musik angklung serta penampilan dari band pengisi yang lain.
         Meski hujan, namun antusias masyarakat tidak menurun. Beberapa dari masyarakat sengaja datang lebih awal karena ingin melihat lounching Semarang Bridge Fountain (SBF) oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
       Ada dari mereka yang nekat memakai jas hujan di dekat panggung hiburan. Antusiasme masyarakat tersebut juga semakin membuat pesta pergantian tahun semakin meriah.
        Salahsatu warga, Lilik Budiman, 35, warga Ngaliyan mengatakan jika kedatangannya bersama keluarga hendak melihat SBF yang sudah viral di media sosial tersebut.
       “Video yang sudah dirilis Pemkot Semarang melalui media sosial saya melihat, bagus, karenanya kesini datang lebih awal,” ujar Lilik. Hal senada juga diungkapkan oleh Susi Indrawangsa, 29, warga Sampangan.
        “Kalau biasanya melihat malam pergantian tahun di Simpang Lima, ini ke BKB,” tutur Susi. Susi malam itu mengajak ke 2 anaknya. “Pengennya bisa melihat air mancur SBF,” tuturnya. SBF sempat viral di media sosial.
      Ikon baru Kota Semarang tersebut berupa air mancur yang dihiasi berwarna-warni cahaya. Kemudian dalam setiap gerak air juga diwarnai dengan alunan musik-musik yang tengah trend dikalangan anak muda.
         Malam pergantian tahun tersebut juga digunakan oleh Pemkot Semarang sebagai momentum peluncuran ikon wisata SBF. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika SBF merupakan satu-satunya di Indonesia.
        “Kita sebenarnya bebarengan dengan SBF juga membuat dua air mancur lagi di Taman Indonesia Kaya, di Tugu Muda,” ujar Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi. Dijelas Hendi, kehadiran SBF nantinya dapat semakin menyedot jumlah wisatawan di Kota Semarang.
        Ia pun optimis jika SBF nantinya juga akan menjadi ikon untuk Jawa Tengah. “Ini satu-satunya di Indonesia, di Purwakarta ada namun ada di taman dan datar lebih panjang ini,” katanya.
        SBF akan beroperasi setiap Jumat dan Sabtu dimulai pukul 20.00 WIB sampai 20.30 WIB. Kemudian akan dilanjutkan pukul 21.00 WIB sampai 22.00 WIB. Dijelaskan Hendi, ia sangat optimis SBF akan dapat menarik wisatawan ke Kota Semarang.
        “Ini penampangnya lebih luas dan ada di dua sisi utara dan selatan, karena penampangnya bisa dilihat dari empat tempat yaitu Jalan Pusponjolo, Jalan Kokrosono, Jalan Madukoro, Jalan Basudewo,” katanya.
        Adapun pembuatan SBF sendiri menggunakan APBD Kota Semarang sebesar Rp 17 miliar. “Karena penamoang lebih luas juga tarian air mancurnya juga semakin lama dan indah, ini akan menjadi karya monumental 2018 Kota Semarang,” katanya.
         Untuk di 2019, lanjutnya, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti halnya persoalan banjir, beberapa proyek yang belum selesai, dan pembangunan fasilitas olahraga di masing-masing kecamatan. (El)