Meski Harga Tinggi, Petani Tembakau Tetap Merugi

Petani tembakau di Kendal mengalami kerugian karena dau tembakau yang kriting dan tanaman yang kerdil.
            KENDAL, 30/8 (BeritaJateng.net) — Harga jual tembakau basah di Kendal mengalami kenaikan harga. Yakni Rp 7 ribu perkilogram. Sedangkan untuk tembakau yang sudah dirajang harganya mencapai Rp 25 ribu perkilogram.
               Meski harga naik, tapi para petani temabaku mengaku merugi. Pasalnya, daun tembakau di Kendal pada musim panen tahun ini mengalami penurunan kualitas. Yakni banyak daun tembakau yang keriting dan kecil, sehingga petani tidak bisa mengambil untung banyak.
              “Meski harga tembakau naik, namun banyak petani tembakau yang mengalami kerugian. Sebab tanaman tembakau banyak yang diserang hama, sehingga petani banyak yang mengalami gagal panen,” kata Muslikan, petani tembakau Desa Rejosari, Ngampel.
                Menurut Muslikan, sebagian besar petani tembakau di desanya banyak tanamannya kerdil. Bahkan untuk panen pertama ini, pihaknya hanya mendapat Rp 3 juta. “Padahal jika kondisinya bagus bisa mendapatkan untung sekitar Rp 20 juta,” tambahnya.
                 Mudzakir, petani tambakau dari Desa Jenarsari Gemuh mengatakan hal sama. Saat ini banyak tanaman tembakau yang rusak. Penyebabnya karena cuaca musim kemarau yang terlalu panas dan kesulitan air. “Sehingga tanaman tembakau tidak bisa tumbuh berkembang,” akunya.
                 Selain itu, banyak tanaman tembakau yang keriting karena hama. Rata-rata tanaman tembakaunya menjadi kerdil, sehingga yang biasanya bisa menghasilkan sekitar 20 keranjang, tapi karena kerdil hanya tiga keranjang saja,” katanya. (sty/El)

Tulis Komentar Pertama