Home Hiburan Meriahnya Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Blora 2018

Meriahnya Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Blora 2018

321
0
Meriahnya Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Blora 2018
      BLORA, 30/11 (BeritaJateng.net) – Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Kabupaten Blora kembali dilaksanakan tahun 2018 ini di Kampung Samin Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Dengan mengambil tema ”Blora Berbudaya dan Bermartabat”, sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkannya.
       Diantaranya Lomba Kothek’an Lesung, Lomba Parikan, Lomba Membatik dan Lomba Menulis Aksara Jawa. Tidak hanya diikuti oleh warga sedulur sikep (Samin) saja, lomba-lomba tersebut juga diikuti ratusan warga belajar keaksaraan dari seluruh PKBM atau Lembaga Pendidikan Keaksaraan se Kabupaten Blora.
       Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora, Nuril Huda, SP, MM sebagai panitia penyelenggara menyebutkan setidaknya ada 500 peserta lomba yang ikut memeriahkan acara Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin Kabupaten Blora tahun 2018 ini.
      ”Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD DIKMAS) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan SKB Blora dan Kampung Samin sebagai lokasinya,” terangnya.
       Kampung Samin yang ada di Desa Sambongrejo ini menurutnya adalah salah satu pusat pendidikan masyarakat dalam upaya pemberantasan buta aksara. Masyarakat Samin yang sudah tua, yang dulunya belum bisa membaca dan menulis, dibawah bimbingan Mbah Pramugi Pawiro Wijoyo (tokoh setempat), kini telah melek huruf dan bisa menulis.
       Tidak hanya itu saja, namun juga diajari kemandirian ekonomi dengan pelatihan membatik, pembuatan makanan ringan dan lainnya. Hal itu menjadi sumber pendapatan baru mereka selain bercocok tanam. Semua itu dilakukan dengan tetap mempertahankan budaya dan tradisi setempat.
        Kepala PP PAUD DIKMAS Jawa Tengah Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd yang hadir dalam pembukaan acara, Kamis (29/11/2018) menyampaikan apresiasinya kepada sedulur sikep (Samin) Sambongrejo yang telah berpartisipasi aktif melaksanakan pembelajaran masyarakat, khususnya dalam pengurangan buta huruf, sekaligus melestarikan tradisi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya.
        “Kemajuan zaman memang tidak bisa kita hindari, namun jangan sampai kemajuan itu merusak sendi kehidupan kita. Disinilah perlu adanya edukasi masyarakat, dimana adat istiadat lah yang bisa memfilternya,” ujarnya.
        Sesepuh sedulur sikep Sambongrejo, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo sebagai tuan rumah kegiatan Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin menyatakan terimakasih kepada PP PAUD DIKMAS Jawa Tengah dan SKB Blora yang setiap tahunnya melaksanakan kegiatan tentang keberaksaraan dan kebudayaan di kampungnya.
        ”Kegiatan ini sekaligus menjadi spirit kami untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat, tidak hanya pemberantasan buta huruf saja namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengenalan budaya tradisional. Hasilnya ya yang dipertunjukkan pada acara ini, seperti ketrampilan membatik, menulis aksara jawa, musik lesung hingga parikan jawa. Jika dikemas dengan bagus akan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung,” terang Mbah Pram, sapaan akrabnya.
       Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu dilaksanakan di beberapa venue sekitar Pendopo Kampung Samin Sambongrejo. Turut dipamerkan berbagai produk hasil kerajinan masyarakat setempat berupa batik, aneka makanan ringan dan souvenir kaos. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here