Home Headline Merasa #2021 Kembali ke Jatidiri Tidak Direspon Baik Ganjar, Suporter PSIS Ancam...

Merasa #2021 Kembali ke Jatidiri Tidak Direspon Baik Ganjar, Suporter PSIS Ancam Demo

305

SEMARANG, 4/1 (Beritajateng.net) – Suporter PSIS Semarang beranggapan sampai saat ini Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak merespon dengan baik tuntutan yang disuarakan dengan #2021 Kembali ke Jatidiri. Oleh karena itu mereka mengancam akan turun ke jalan. Rencananya demo tersebut akan dilakukan pada tanggal 11 Januari mendatang.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Suporter PSIS yang tergabung dalam Panser Biru dengan Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Senin (4/1). Para supporter yang berjumlah sekitar 20 orang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Panser Biru Kepareng dan Sekretaris Tobi Putra Mahendra serta didampingi oleh CEO PSIS Yoyok Sukawi.

Sekretaris Panser Biru Tobi Putra Mahendra mengatakan, Panser Biru beberapa kali menanyakan selesainya renovasi stadion Jatidiri kepada Gubernur melalui akun media social. Namun demikian jawaban jawaban yang disampaikan Gubernur dinilai nyleneh dan tidak memuaskan.

“Pertanyaan dan permintaan kami tidak dianggep. Mosok ditanya kapan Jaditidi selesai renovasinya dijawab Ngko Bengi, Sesuk,” ungkapnya dihadapan Anggota Komisi E.

Tobi menjelaskan, setelah pertanyaan dan tuntutan penyelesaian renovasi tidak direspon dengan baik, supporter membuat spanduk spanduk yang dipasang di tempat tempat strategis di Kota Semarang dan mengirimkan karangan bunga ke Kantor Gubernur. Upaya itupun disikapi dengan tidak bijak bahkan muncul komentar kalau Yoyok Sukawi memanfaatkan supporter untuk menguasai Jatidiri.

“kali ini kami mengadu ke wakil rakyat di Komisi E. Kalau gubernur tidak mudeng juga kami akan demo turun ke jalan pada tanggal 11 Januari,” tegasnya.

Ketua Panser Biru Kepareng menambahkan, selama 3 tahun terakhir PSIS bermain di Stadion Moch Subroto Magelang. Suporter merasa keberatan mengingat untuk mendukung tim kesayangannya para supporter membutuhkan beaya yang tidak sedikit apalagi saat ini masa Pandemi Covid-19 dan sedang dilakukan upaya pemulihan ekonomi. Selain itu dalam setiap perjalanan suporter ke Magelang selalu terjadi kecelakaan dan mengakibatkan meninggalnya suporter PSIS.

“Setiap PSIS bertanding saya beserta keluarga minimal menghabiskan uang Rp. 500.000 untuk transportasi dan tiket masuk stadion belum lagi masalah makan. Kami keberatan. Oleh karena itu kami menuntut piye carane tahun 2021 Jatidiri bisa digunakan,” pintanya.

Sementara itu CEO PSIS Yoyok Sukawi menyampaikan kalau pihaknya sudah melayangkan surat ke Gubernur untuk menyampaikan persoalan dan keinginan meminjam stadion Jatidiri. Pada kesempatan tersebut Yoyok menegaskan kalau pihaknya ingin memberikan solusi kalau Pemprov Jateng belum bisa menyelesaikan renovasi.

“Kalau memang Pemprov belum sanggup meyelesaikan misalnya dananya belum ada, kami siap membantu menyelesaikan. Yang pasti tidak ada niatan kami akan menguasai Jatidiri,” tegasnya.

Menanggapi keluhan supporter, Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Chamid mengatakan, seluruh Anggota Komisi E lintas Fraksi yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan mendukung keinginan supporter untuk bisa menggunakan Stadion Jatidiri pada Kompetisi yang kemungkinan akan digelar kembali pada tahun 2021.

“Kami mendukung tagar (#)2021 kembali ke Jatidiri,” katanya.

Pihaknya secara kelembagaan akan segera melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Jateng dan Gubernur serta akan meminta keterangan dari Dinas Pemuda dan Olahraga terkait rencana penyelesaian renovasi stadion jatidiri.

“Segera akan kami panggil Dinpora untuk membahas persoalan Jatidiri ini,” pungkasnya.

(NK)

Advertisements