Home Hukum dan Kriminal Menyamar Mahasiswa Pencuri Motor Ini Lakukan Aksi di Kampus-kampus

Menyamar Mahasiswa Pencuri Motor Ini Lakukan Aksi di Kampus-kampus

DSC01261-1

Semarang, 25/9 (BeritaJateng.net) – Sat Reskrim Polrestabes Semarang kembali berhasil membekuk para pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor. Dua pelaku itu masing-masing bernama Muhammad Wahyudi (24) warga lebak, Tegal dan Saraichan Teguh Maulana alias Ceper (22), warga Tengger Barat, Gajahmungkur Semarang.

Para pelaku ini kerap beraksi di sekitar lingkungan sejumlah Universitas yang ada di Kota Semarang. Dalam aksinya pelaku menyamar sebagai mahasiswa, bermodal sebuah kunci leter T, tidak butuh waktu banyak bagi pelaku untuk menggondol sebuah sepeda motor.

“Saya berlagak jadi mahasiswa, terus lihat-lihat dulu, sambil mengawasi keadaan. Kalau sudah ketemu yang saya incar, langsung saya ambil. Ya paling butuh waktu cuma 10 detik hingga 20 detik,” terang salah satu pelaku.

Kepada petugas, Ceper mengaku dalam kurun waktu satu setengah bulan, ia sanggup mencuri hingga 15 unit sepeda motor.

“Biasanya saya jual Rp. 1,5 juta hingga Rp. 1,9 juta. Biar gak ketahuan, terkadang saya copoti,” akunya.

Selain 2 tersangka tersebut, petugas juga menangkap seorang lagi bernama Purnomo (50) warga Gayamsari Semarang, yang berperan sebagai penjual hasil kejahatan kedua pelaku.

Sementara itu, Kombes Pol Burhanudin selaku Kapolrestabes Semarang menyatakan pengungkapan kasus ini berawal dari tertangkapnya Wahyudi saat akan mencuri sepeda motor di lingkungan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Dari penangkapan itu, kemudian kita kembangkan terus. Hasilnya, kita berhasil mengungkap tersangka lainnya,” ujar Burhanudin.

Dari tangan pelaku disita barang bukti berupa 3 unit sepeda motor, 1 diantaranya digunakan oleh pelaku, sebuah kunci leter T, dan sejumlah suku cadang motor dari hasil curian.

Untuk proses hukum selanjutnya, para pelaku diamankan di Mapolrestabes Semarang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Bjt02)