Home Headline Menteri Susi: Semua Kapal Cantrang Lakukan Mark Down Ukuran

Menteri Susi: Semua Kapal Cantrang Lakukan Mark Down Ukuran

410
Menteri Susi: Semua Kapal Cantrang Lakukan Mark Down Ukuran

         BLORA, 14/2 (BeritaJateng.net) – Menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan semua kapal cantrang milik nelayan melakukan Mark down ukuran. Hal ini diketahui setelah Pihaknya melakukan verifikasi dan pendataan ulang seluruh kapal cantrang di Jawa Tengah.

        Menurut Susi, kondisi saat ini banyak kapal cantrang yang di mark down untuk menyiasati ukuran Gross Ton (GT) kapal. Ini Dibuktikan dengan hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini hasilnya cenderung berbeda dengan datanya.
        “Semuanya mark down, semua kapal yang kita verifikasi diatas 30 GT, tidak ada yang dibawah 30 GT. Pemerintah sudah baik, memutihkan bukan memidanakan, karena hukumannya itu sebenarnya pidana,” jelas Susi saat memantau langsung proses pendataan kapal cantrang di pelabuhan Tasikagung Kabupaten Rembang, Selasa siang (13/2/2018).
        Pendataan dan verifikasi sendiri merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden RI Joko Widodo yang menyatakan bahwa penggunaan jaring cantrang kembali diperbolehkan. Namun, harus ada ketentuan yang mengaturnya.
        Menteri Susi menyebutkan kunjungannya tersebut juga dalam sosialisasi kepada para nelayan maupun pemilik kapal cantrang, bahwa Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP) menganjurkan untuk penggantian alat tangkap ikan dari cantrang kealat tangkap yang lebih ramah lingkungan.
        “Mereka sudah mengerti kalau alat ini tidak bisa terus menerus dipakai. Kalau kita sayang sama anak cucu kita dan sayang sama usaha kita sendiri, karena supaya ikannya banyak. Mereka juga harus bisa benar-benar niat untuk berganti alat tangkap, kalau tidak ya kita tidak bisa bantu,” terangnya.
       Karyadi salah satu nelayan di kabupaten Rembang mengaku siap jika harus beralih menggunakan alat tangkap ikan selain cantrang. Namun begitu ia berharap agar dibantu permodalannya.
        “Kalau dibantu permodalannya ya mau, ini saja kemarin baru beli ngutang, masak seketika harus diganti lagi. Uang dari mana,” ungkapnya.
        “Saya masih ngutang Rp 500 juta di bank”, tambahnya.
(MN/El)