Home Ekbis Menteri BUMN Minta Bulog Maksimalkan PNM Stabilkan Harga

Menteri BUMN Minta Bulog Maksimalkan PNM Stabilkan Harga

bulog

Jakarta, 16/2 (BeritaJateng.net) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta Perum Bulog untuk memaksimalkan penyertaan modal negara (PNM) sebesar Rp3 triliun yang telah disetujui oleh DPR untuk menstabilkan harga pasar.

“Terima kasih kepada DPR yang telah menunjuk penyertaan PNM ke Perum Bulog sebesar Rp3 triliun, sehingga itu berikan kuota sangat besar untuk Bulog agar dapat melakukan operasi pasar dan menstabilkan harga,” kata Rini, usai pelepasan 2.200 ton beras untuk operasi pasar di Jakarta, Senin.

Menurut Rini, harga beras saat ini sudah tidak realistis karena dari gudang Bulog harga beras Rp6.600 per kilogram, dan seharusnya harga di pasaran Rp7.400 per kilogram, tetapi pada kenyataanya harga beras di pasaran saat ini Rp8.200-8.300 per kilogram.

“Sehingga, paling tidak kita harus langsung ke titik langsung ke pasar-pasar yang memang membutuhkan beras, sehingga ini bisa menstabilkan harga kembali,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan memaksimalkan penyerapan melalui operasi pasar, hingga harga beras di pasaran kembali stabil.

Rini menjelaskan, sesuai fungsinya, Bulog merupakan fasilitator harga untuk menstabilkan harga dari gudang dengan harga di pasaran.

“Jadi, janganlah harga ini dipermianakan oleh beberapa pihak yang ingin mendapatkan keuntungan lebih. Kita menyadari bahwa memang pengusaha perlu mendapatakan keuntungan tapi keuntungan yang wajar,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, di sini lah peran Bulog diuji, yakni untuk menstabilkan harga bahan pokok ketika masa panen masih jauh, sementara pihak pengusaha sudah mengambil kesempatan dengan memainkan harga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat mengatakan PMN tersebut sebagai modal kerja agar Bulog dapat berperan untuk menstabilkan harga bahan pokok, bukan hanya beras melainkan juga jagung, kedelai, daging dan gula.

Dia mengatakan upaya tersebut untuk mendukung swasembada yang ditargetkan dalam tiga tahun mendatang.

“Kita seirama dengan Menteri Pertanian untuk swasembada yang ditargetkan dalam tiga tahun, perencanaan produksi di kementerian, jadi kita harus sinkron,” tuturnya.

Terkait kapasitas gudang, dia mengatakan cukup untuk menampung sejumlah bahan pokok, seperti jagung, kedelai dan lainnya.

Dia menargetkan pada 2015, sebanyak 2,7 hingga tiga juta ton beras yang diserap minimal di pasaran atau tidak jauh dari 2014, yakni sekitar tiga juta ton beras.

“Prinsipnya akan serap semaksimal mungkin. Kita utamakan produksi dalam negeri agar petani semangat karena ada yang diserap produksinya, selain itu perbaikan irigasi dan ketersediaan pupuk diharapkan produksi dapat lebih baik lagi,” tukasnya.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mendukung upaya operasi pasar karena permainan harga merupakan isu besar ketidakstabilan harga.

“Bulog cepat identifikasi ini sehingga sebagai salah satu solusi penyaluran secara langsung. Mudah-mudahan sistem distribusi ini bisa membantu mengurangi keterlambatan distribusi beras yang menyebabkan harganya naik,” katanya. (ant/BJ)