Home Nasional Menristekdikti Tertarik Bikin Hutan Sosial di Blora

Menristekdikti Tertarik Bikin Hutan Sosial di Blora

390
0
Menristek Dikti M Natsir saat mengunjungi kebun buah di Blora.
          BLORA, 12/1 ( BeritaJateng.net) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tnggi (Menristekdikti), M Natsir Kamis siang (11/1/2018) berkunjung ke kebun buah yang berada di kecamatan Tunjungan kabupaten Blora. Dalam kunjungannya, menristekdikti merasa bangga dengan adanya pembibitan buah di kabupaten Blora. Menristekdikti sempat heran kabupaten Blora yang terkenal dengan lahannya yang tandus bisa dikembangkan pembibitan buah.
         Menristekdikti pun berencana akan membuat hutan sosial di kawasan tersebut. “Setelah saya berkunjung disini, perkembangan di bidang pertanian khususnya pembibitan buah bisa dikembangkan di Blora. Sehingga kan perlu lahan?. Lahan yang miliknya perhutani kedepannya bisa menjadi hutan sosial. Kalau bisa jadi hutan sosial, maka masyarakat bisa tanam sehingga menjadi nilai tambah yang baik. Oleh karena itu, saya akan berkoordinasi dengan Mentri LHK sekaligus ke Mentri ATR,” kata M Natsir.
          Dalam kunjungannya tersebut, menristekdikti pun menyempatkan melihat sejumlah buah yang berada di kebun. M Natsir juga melakukan panen raya buah kelengkeng yang dikembangkan dengan inovasi baru.
        “Buah ini hasil inovasi, nanti akan kita kembangkan terhadap buah Nusantara yang ada di Blora. Ini saya ajak IPB, Gajahmada, LIPI, nanti kita kembangkan bersama-sama terhadap perkembangan buah ini”, ungkapnya.
          Sementara itu, pemilik kebun buah, Bambang Suharto mengaku bersyukur atas kehadiran menristekdikti di kebunnya. Dia berharap ini bisa menjadi motivasi dirinya untuk lebih bisa meningkatkan produktivitas kebun buah yang ada.
           “Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi agar kami bisa lebih mengembangkan inovasi buah lokal yang ada,” ungkapnya.
          Bambang pun mengaku kedepannya akan menjadikan kebun buahnya sebagai tempat wisata buah bagi masyarakat umum.
          “Ini memang rencananya mau dijadikan tempat wisata buah, kemungkinan 2018 ini bisa terwujud sehingga bisa membantu masyarakat sekitar,” pungkasnya.
(MN/El)