Home News Update Menristekdikti Tekankan Pentingnya Riset dan Publikasi Internasional

Menristekdikti Tekankan Pentingnya Riset dan Publikasi Internasional

153
0
Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 di UMK
        KUDUS, 2/5 (BeritaJateng.net) – Dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, terlebih pendidikan tinggi, memegang peranan  kunci. Dengan  tidak melupakan  jenis pendidikan  non-formal  dan informal, peranan pendidikan tinggi sebagai terminal  akhir  dalam  jenjang pendidikan formal sejak SD, SMP, dan SMA.
        Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Nasir Ph.D mengutarakan hal itu dalam amanatnya yang dibacakan Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), pada upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, yang tahun ini mengusung tema ‘’Menguatkan Pendidikan, Memajukan  Kebudayaan”.
          ‘’Pendidikan tinggi amatlah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, karena di dalamnya terdapat keharusan melakukan riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), demi kesejahteraan manusia Indonesia dan dunia,’’ tegas Menristekdikti.
        Menristekdikti mengutarakan, dewasa ini negara-negara di dunia semakin berupaya keras memajukan pendidikan tingginya. ‘’Tidak hanya dalam sistem pembelajarannya, juga dalam  lingkup riset, teknologi dan inovasi,’’ ujarnya.
        Hal itu, lanjut Menristekdikti dalam sambutannya yang dibacakan Dr. Suparnyo itu, antara lain terlihat dari publikasi ilmiah internasional, di mana setiap negara mengandalkan  perguruan tingginya untuk melakukan riset dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal ilmiah internasional bereputasi.
        ‘’Melaksanakan riset serta inovasi bagi perguruan tinggi, semakin penting dalam situasi sosial yang penuh disrupsi di era sekarang ini, terutama dengan dorongan Revolusi Industri 4.0,’’ lanjutnya menambahkan.
         Ditegaskannya pula, bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran, termasuk di dalamnya riset-riset yang dilakukan oleh insan perguruan tinggi, harus bisa menjawab kondisi disruptif. Jika tidak, maka proses pendidikan tinggi kita tidak dapat menyentuh kenyataan sosial yang sebenarnya,’’ tegasnya.
        Dikemukakannya, pendidikan tinggi di Indonesia harus bisa menjawab problem sosial yang dewasa ini terus bertambah, baik jenis maupun substansinya. Harapan ini bisa diwujudkan oleh para  ahli di bidangnya masing-masing, yang umumnya dihasilkan perguruan tinggi.
        ‘’Semakin  banyak  SDM berkualitas dihasilkan perguruan tinggi, insyaAllah semakin banyak alternatif solusi yang bisa diberikan untuk menjawab masalah-masalah di tengah-tengah masyarakat,’’ tuturnya.
         Sementara itu, upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 di UMK yang digelar di halaman sebelah barat Auditorium Kampus itu, diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, para dosen, staf akademik dan juga mahasiswa, dengan Rektor UMK sebagai inspektur upacara. (El)