Home News Update Menristekdikti dan Rektor Unissula Hadiri Rapat Senat Terbuka Peringatan 1 Muharram 1437...

Menristekdikti dan Rektor Unissula Hadiri Rapat Senat Terbuka Peringatan 1 Muharram 1437 H

IMG_20151024_125306

Semarang, 24/10 (BeritaJateng.net) – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka memperingati 1 Muharram 1437 H yang dihadiri oleh Rektor Unissula, Anis Malik Thoha., Lc., MA., PhD, dan beberapa petinggi Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA),  Pembina YBWSA, Ketua YBWSA, Wakil Ketua YBWSA, Petinggi Unissula, Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI), Anggota Senat, Guru Besar, Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan Alumni serta Mahasiswa di Gedung Ar Razi, Aula Letkol dr. Soetomo, Fakultas Kedokteran lantai III Unissula, Sabtu (24/10).

Selain itu Unissula juga mendatangkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Dr. H. M. Nasir, Koordinator Kopertis, PBNU Jateng, Kementerian Agama Jawa Tengah, Perwakilan Polda Jawa Tengah serta Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Rektor Unissula, Anis Malik Thoha., Lc., MA., PhD, dalam sambutannya mengatakan bahwa Bulan Muharram merupakan momen hijrah yang sangat penting. Di dalam bulan tersebut merupakan awal mula pembentukan kalender Islam oleh Umar Bin Khattab sebagai spirit dinamis.

“Sebagai manusia khayra ummah, dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi harus dicapai, baik dari sisi akademik maupun keislaman. Sarjana memiliki kemampuan keimanan dan ketaqwaan, dari segi IPTEK dalam bidang penelitian dan publikasi untuk melakukan penelitian yang bernilai Islam,” jelas Anis.

Tugas kita membina masyarakat yang berbudaya Islam, lanjut Anis, sebuah keprihatinan, ketika bentuk imperialisme Barat lebih dahsyat. Fakta menunjukkan betapa merisaukannya kondisi manusia modern disebabkan IPTEK Negara Barat.

“Dibutuhkan umat Islam yang mampu melakukan terobosan baru, akan tetapi tetap dalam koridor keislaman,” terangnya.

Unissula menunjukkan prestasi kemajuannya selama satu tahun. Bentuknya, seperti pengembangan Sumber Daya Insani, tata kelola, mahasiswa, sarana prasarana, penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat. Secara umum dalam pengembangan ini sumber daya insani Unissula mencakup dosen, pendidik maupun tenaga karyawan.

“Pengembangan Islami ditunjukkan jumlah dosen Unissula tahun 2014 kurang dari 400. Pada tahun 2015 ini aturan Kemenristekdikti, sedang melakukan rekruitment dosen. Target kami bisa memenuhi 500 dosen di Unissula dari dosen yangg ada 475 dengan level pendidikan tidak ada S1 sebagai dosen. Melainkan semua S2, atau Studi lanjut S3,” paparnya.

Pengembangan Sumber Daya Insani tidak dapat berjalan sempurna jika spiritualnya tidak seimbang.

Anis juga menambahkan dalam bidang penelitian dosen ada 43 judul, dan didanai sebesar Rp 3,5 milyar dari hibah dikti. Sementara untuk non dikti ada 6 judul dengan biaya Rp 263 juta. Dana dari Unissula sendiri sebesar Rp 275 juta sebanyak 51 judul.

“Hasil penelitian Unissula mengalami kenaikan yang signifikan. Bulan September ini ada 17 judul jurnal internasional serta Karya ilmiah dosen sebanyak 23 judul di tahun 2015 dipublikasikan secara internasional,” imbuh Anis.

Unissula juga telah melakukan MoU dengan Kementerian Sosial RI. Dana Sebesar Rp 3 milyar untuk 100 unit bedah rumah, sarana lingkungan 2 unit sebesar Rp 50 juta serta kelompok usaha bersama sebesar Rp 20 juta. Unissula mendapat kepercayaan sebagai satu-satunya universitas program desa sejahtera mandiri di 5 kabupaten. Dimana ada 10 desa pada tiap kabupaten. Jika dihitung total dananya sebesar Rp 4 milyar.

Anis juga memaparkan dari segi prestasi mahasiswa, secara nasional ada 18 kelompok mahasiswa yang mendapat hibah dari PKM Kemenristekdikti.

“Rektor Unissula senantiasa berharap kerjasama dengan sivitas akademika untuk mensukseskan program pembelajaran dan penelitian. Semoga kita semua bisa meninggalkan hal-hal yang tidak baik untuk menyongsong hari ke depan dengan niat tulus dan ikhlas sehingga dapat berkontribusi kepada bangsa dan negara,” tutur Anis.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Dr. H. M. Nasir juga berharap mudah-mudahan dengan perubahan tahun hijryah ini bisa memajukan Pendidikan di Negera Indonesia.

“Terutama tingkat akademik di Unissula dari capaian S1 ke S2. Usaha yang dilakukan untuk mencapai cita-cita world class islamic university,” terang Menristekdiktik tersebut.

M. Nasir juga menjelaskan penduduk Indonesia ada sebanyak 255 juta jiwa, dan sekitar 80 persennya adalah muslim. Model-model rahmatan lil alamin demokrasi di Indonesia perlu dibangun. Contohnya, sistem yang menghargai berbagai agama.

“Saya kagum dengan pendidikan agama, terutama sisi pluralismenya. Di luar itu ada hal yang sangat penting di dalam asean ekonomi community, dimana ekonomi Indonesia ada di tahap penghasilan rata-rata sebesar 3600 $ per dolar, dan ini yang dinamakan middle income. Maka kita harus melakukan revolusi karena pendapatan perkapita Indonesia tergolong rendah,” papar Nasir.

Yang harus dilakukan adalah berinovasi, lanjut Nasir, masalah penemuan sumber daya manusia menjadi penting.

“Roh yang ada di ristek dan dikti digabungkan. Tujuannya yaitu menjadi nasional kompetitif dan daya saing bangsa. Dua unsur menjadi sangat dibutuhkan seperti, tenaga kerja yang berkualitas dan Pendidikan Tinggilah yang mencetak,” jelasnya.

Masalah inovasi, dilihat dari indeks Perguruan Tinggi, Indonesia berada di angka 61 dari 144 negara. Sedangakan Inovasi ada di angka 31.
“Inovasi Perguruan Tinggi bisa mendorong nasional kompetitif menjadi baik. Keduanya bisa dilakukan didasarkan pada riset yang baik,” tutur Nasir.

Mencari dan membuat obat-obatan secara islami dari segi kesehatan. Menjadi world class islamic university, hal inilah yang diharapkannya dari Unissula.

Nasir berpesan, jangan berasalan mencari sekolah dan biaya susah, karena dari Menristekdikti akan membiayai. Hal ini dalam rangka membangun Indonesia menjadi lebih baik.

“Mendorong universitas di Indonesia untuk berperan. Perannya berupa riset dan publikasi. Dosennya meningkat, risetnya bertambah,” harapnya.

Nasir menilai reaktor nuklir dari Indonesia belum ditemukan. Dia mengharapkan hal tersebut jangan disangkutpautkan dengan halal dan haram karena tujuannya riset.

“Gerakan ekonomi melalui penguasaan energi. Energi tenaga nuklir merupakan mimpi negara dengan kemajuan yang luar biasa. Indonesia harus bisa menguasai ini, agar terhindar dari tipu daya,” tandas Nasir.

Pada sesi terakhir saat penutupan, Nasir berharap dengan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram, Unissula bisa melompat sebagai world class islamic university. Semakin banyak mencetak generasi yang rahmatan lil alamin. (BJT01)