Home Nasional Menpan RB : Gedung Polda Jateng Harus Dirombak Total

Menpan RB : Gedung Polda Jateng Harus Dirombak Total

Menpan RB Yudi (baju putih) saat meninjau lokasi kebakaran Mapolda Jateng.
Menpan RB Yudi (baju putih) saat meninjau lokasi kebakaran Mapolda Jateng.
Menpan RB Yuddy Chrisnandi (baju putih) saat meninjau lokasi kebakaran Mapolda Jateng.

Semarang, 7/10 (BeritaJateng.net) – Tingkat kerusakan gedung Mapolda Jawa Tengah akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat gedung yang berlokasi di Jalan Pahlawan Semarang itu harus dirombak secara total.

Hal itu disampaikan MENPAN RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Yuddy Chrisnandi saat meninjau secara langsung gedung Mapolda Jawa Tengah, Selasa (6/10).

Disela-sela kunjungannya, ia mengatakan akan secara langsung berkoordinasi dengan Kapolri untuk memastikan perihal pembangunan gedung tersebut.

“Jadi nanti saya juga akan menyampaikan kepada Kapolri agar pembangunan gedung Mapolda Jateng ini bisa menjadi prioritas,” ujar Yuddy.

Menurutnya, perencanaan pembangunan itu sudah berlangsung sejak lama, pada saat Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali menjabat sebagai Kapoltabes Semarang tahun 2003.

“Bahkan nanti diintegrasikan dengan rencana lama, rencana lama itu membangun gedung yang representatif,” tambah Menteri

Secara tegas Yuddy menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk melakukan pembangunan kembali gedung Mapolda yang rusak.

“Pada prinsipnya bapak Presiden sudah memberikan sinyal dukungan yang kuat untuk segera memperbaiki. Artinya, dengan kerusakan seperti itu tidak bisa tambal sulam, harus dibongkar habis,” terangnya.

Ketika disinggung mengenai alokasi anggarannya, Yuddy mengatakan dapat berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).

“Kalo penganggaran tahun ini rasanya tidak memungkinkan, mungkin pada tahun 2016,” kata Yuddy.

Lebih lanjut Menteri menyatakan meskipun biaya yang dibutuhkan relatif besar, tetapi pihaknya tetap mendukung karena dari segi kemanfaatan dinilai tinggi.

“Tadi dijelaskan pak Kapolda biaya yang dibutuhkan kira-kira lebih dari Rp. 100 Milyar tetapi kurang dari Rp. 200 Milyar,” pungkas Yuddy. (bjt02)