Home Lintas Jateng Menpan Kecewa Tak Temui Pejabat Pemkot Saat Sidak Balaikota, Tavip : Kami...

Menpan Kecewa Tak Temui Pejabat Pemkot Saat Sidak Balaikota, Tavip : Kami Tidak Membolos

Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto
Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto
Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto

Semarang, 14/10 (BeritaJateng.net) – Penjabat (PJ) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto memberikan klarifikasi terkait ‘menghilangnya’ sejumlah pejabat yang tidak dapat ditemui Menteri Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan) Yuddy Chrisnandi ketika melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di Kantor Pemkot Semarang.

“Ketika Menpan melakukan sidak, kami sedang ada agenda ziarah di makam Wongsonegoro dalam rangka menghadiri agenda dari Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) untuk menyambut peringatan Pertempuran Lima Hari. Jadi kami tidak membolos,” ujar Tavip saat dihubungi BeritaJateng.net.

Tavip menjelaskan, saat Sidak dari Menpan, banyak pula SKPD yang tidak ikut dalam agenda ziarah makam Wongsonegoro, seperti Asisten Administrasi, Kepala Dishub, DPKAD tetap bertugas di posnya. Namun karena yang disidak hanya kantor Walikota sehingga Menpan tidak berhasil menemui Pj Walikota dan menganggap semua tidak bertugas.

“Meskipun saya tidak di kantor, yang terpenting bagi adalah pelayanan di lingkungan Pemkot Semarang tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Terkait surat berisi sanksi yang dilayangkan Menteri Yuddy ke pejabat Pemkot Semarang, Tavip juga sudah menuliskan surat balasan.

“Sudah kami buatkan surat tertuju ke Menteri Yuddy untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Kami tidak melanggar (bolos) jadi tidak bisa kena sanksi. Apalagi kepergian kami dalam rangka tugas,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Menteri Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan) Yuddy Chrisnandi mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Pemkot Semarang karena dianggap meninggalkan posnya saat jam kerja.

Pada Rabu (7/10) pagi, Menteri Yuddy Chrisnandi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Semarang. Namun Yuddy kecewa lantaran tidak ada pejabat yang berada dalam posnya waktu itu.

Ujungnya, Menteri Yuddy melayangkan surat yang berisi pemberian sanksi kepada pejabat Pemkot Semarang untuk memberikan efek jera. “Ada kegiatan apapun, jangan sampai semua unsur pimpinan meninggalkan tempat,” kata Menteri Yuddy sebagaimana dilansir dari situs resmi menpan.go.id. (Bj)