Home Lintas Jateng Menpan : CPNS Bebas dari Rekomendasi dan Uang 

Menpan : CPNS Bebas dari Rekomendasi dan Uang 

409
0

MenPan- RB

Solo, 1/2 (BeritaJateng.net) – Recruitmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada masa kepemimpinan Joko Widodo ini murni dan tidak ada intervensi ataupun model titipan dari pejabat agar bisa meloloskan satu nama dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi yang ditemui usai pembukaan Solo Great Sale (SGS) di Solo Jawa Tengah. 

“Buktinya adalah putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemkot Solo bisa juga tidak lolos,” jelas Yuddi di Solo Jawa Tengah Minggu (1/2/2015).

Jika mau ungkap Yuddi Presiden Jokowi bisa saja memerintahkan instansi terkait untuk meloloskan putrinya dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Namun hal tersebut tidak dilakukan orang nomor satu di Indonesia yang sudah mengkampanyekan revolusi mental. Meski nilai putrinya hanya kurang sedikit saja namun Jokowi tidak mau memanfaatkan kewenangannya.
  
“Tapi pak Jokowi dengan tegas tidak mau. Kalau putrinya gagal tahun ini, putrinya bisa daftar CPNS lagi tahun depan,” ungkap Yuddi lebih lanjut. 

Berkaca dari kasus tersebut maka  pihaknya bisa memastikan bila recuitmen CPNS di era saat berbeda dari tahun sebelumnya. Yang bisa menggunakan rekomendasi dari pejabat bisa jadi pegawai negeri.

Selain itu tambah Yuddy bila recruitmen PNS era sebelumnya  bisa didelegrasikan. Namun untuk era saat ini, harus ada tanda tangan dari Menteri. 

“Contohnya Solo membutuhkan dua orang tambahan dokter. Maka, tidak serta merta Walikota bisa mengangkat dokter baru menjadi PNS tanpa adanya seleksi,” jelasnya.

Semua ada prosesnya,  pengangkatan pegawai baru seluruhnya harus melalui seleksi. Tanpa ada tanda tangan dari Menteri, maka calon PNS tersebut tidak bisa menjadi PNS. Pihaknya juga bisa melakukan pengecekan langsung ada atau tidaknya permainan tersebut. Karena ada pengawasan berjenjang. 

Menteri bisa tahu ada permainan atau tidak karena ada pengecekan  berjenjang. Ada deputi dan deputinya punya asisten. Ada Pansel nasional dan ada pengawasan ketat. 

“Jadi saya pastikan dalam proses PNS dalam era Jokowi, saya pastikan 99,99 persen tidak ada money politik tidak ada intervensi,” tandasnya. (BJ24)