Home Alkisah Menjaring Lailatul Qodar di Masjid Jumadil Kubro

Menjaring Lailatul Qodar di Masjid Jumadil Kubro

210
0
SYECH JUMADIL KUBRO: Juru Kunci Imam Santoso, siap menerima pengunjung untuk memberikan keterangan masalah Syech Jumadil Kubro.

Semarang, 22/6 (BeritaJateng.net) – Masjid Syech Jumadil Kubro di Jalan Arteri Yos Sudarso Kelurahan Terboyo Kulon Kecamatan Genuk, tak pernah sepi dari pengunjung dari berbagai daerah di negeri Nusantara ini.

Selama Ramadhan, masjid yang lengkap dengan keberadaan makam Syech Jumadil Kubro – sebagai nama masjid di pinggir Jalan Arteri tersebut, padat dengan kegiatan Islami. Pagi, siang, sore, malam hingga dini hari tak pernah sepi jamaah Islamiyah.

Juri kunci Imam Santoso (61), Rabu (22/6) mengatakan, setiap malam warga sekitar melakukan sholat teraweh yang dilanjutkan dengan tahlilan, yasinan, dan tadarus Al Quran dari Maghrib hingga sampai pukul 22.00 WIB.

Memasuki tanggal 21 bulan Ramadan, kata Imam Santoso, Masjid Syech Jumadil Kubro sering dimanfaatkan untuk menjaring malam Lailatul Qodar, sehingga jamaah yang sholat teraweh mulai tanggal 21 malam Ramadhan  mbludak, hingga jamaah sampai di pinggir-pinggir jalan.

Berbagai daerah

Menurut Imam Santoso, pengunjung yang ziarah ke makam Syech Jumadil Kubro datang dari Madura, Surabaya, Pekalongan, Bandung, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah – daerah lain di negeri nusantara.

Para peziarah, kata Imam Santoso, melaksanakan doa di masjid. Ada yang tahlilan, yasinan, asrokolan, sholawatan.

“Pengunjung atau peziarah ada yang tahilan sendiri, secara bersama-sama dan ada pula yang minta dipimpin juru kunci. “Kami tinggal mengikuti pengunjung,” katanya.

Menurut Imam Santoso, Makam Syech Jumadil Kubro yang berada di lokasi di dalam memiliki karomah besar. Sehingga para peziarah yang berdatangan selain berdoa juga ada yang memiliki hasrat keinginan agar memiliki aura kewibawaan, dan memiliki pangkat dan derajat yang tinggi.

“Mereka yang rajin berdoa, wiridan dan zikir di dalam masjid ini, setelah berhasil dari niatnya, ada yang tulus memberikan donatur dan ada pula yang membuat di dalam ruangan masjid untuk kenang-kenangan,” kata Imam Santoso.

Karomah Masjid Syech Jumadil Kubro, menurut Imam Santoso sangat baik untuk para pedagang, kenaikan pangkat dan derajat, sehingga mereka yang rajin berdoa di masjid datang dari berbagai daerah.

“Mereka sendiri yang merasakan bila mendapatkan karomah dan keinginannya tercapai,” tambah Imam Santoso.

Menurut Imam Santoso Syech Jumadil Kubro bin Syech Jumadil Kabir dipercaya sebagai keturunan Rasullah SAW ke 17.

Mendiang Syech Jumadil Kubro dahulu dipercaya sebagai penyebar agama Islam di nusantara. Makam Syech Jumadil Kubro dahulu berada di tengah-tengah tambak. Makam ini diketemukan oleh tokoh agama Islam H Muhammad Fadoli.

Penemu makam Syech Jumadil Kubro ini, juga dimakamkan di dekat Makam Syech Jumadil Kubro, dan di sebelahnya ada makam juru kunci H Ismail. Jasad tokoh agama yang ditanamkan di lokasi masjid ini hingga kini hanya masih ada tiga orang. Sedangkan menurut Imam Santoso, tidak sembarang orang bisa dimakamkan di sekitar makam Syech Jumadil Kubro, kecuali tokoh agama Islam yang benaril-benar pilihan dan kesepakatan tokoh agama warga sekitar.  (bj05)