Home Headline Meningkat, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Semarang

Meningkat, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Semarang

Tia Hendrar Prihadi, Ketua TPT Seruni Kota Semarang
Tia Hendrar Prihadi, Ketua TPT Seruni Kota Semarang
Tia Hendrar Prihadi, Ketua TPT Seruni Kota Semarang

Semarang, 16/1 (BeritaJateng.net) – Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang tangani 244 kasus kekerasan perempuan dan anak selama 2014.

Berdasarkan laporan kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Seruni Kota Semarang dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan kasus kekerasan terhadap anak pada 2014 terdiri dari kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 169 pengaduan dan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 75 pengaduan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan jika dibagi berdasarkan jenisnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 161 kasus, kekerasan dalam pacaran 1 kasus, kekerasan seksual 5 kasus, kriminalisasi 1 kasus, perdagangan 1 kasus. Kasus KDRT yang ditangani adalah, kekerasan fisik 77 kasus, kekerasan psikis 70 kasus, kekerasan seksual 3 kasus dan penelantaran ekonomi 11 kasus.

Sedangkan kekerasan seksual yang berhasil ditangani, ada 4 kasus perkosaan dan satu kasus persetubuhan dengan perempuan tidak berdaya.

Sementara kasus kekerasan terhadap anak berdasarkan jenisnya yang berhasil ditangani, 39 kasus kekerasan seksual, 13 kekerasan fisik, 10 kekerasan psikis, 5 penelantaran dan delapan anak berkonflik dengan hukum. Untuk kekerasan seksual dimana anak sebagai korban, 25 kasus perkosaan, 5 pencabulan dan 9 pelecehan seksual. Jika berdasarkan umur di bawah 7 tahun ada 5 anak, usia 7 sampai 12 tahun ada 20 anak, usia 13 sampai 18 tahun ada 14 anak.

Dari anak yang berkonflik dengan hukum yang berhasil ditangani, tiga kasus pencurian, empat kasus kekerasan seksual dan satu penganiayaan.

“Kasus kekerasan pada perempuan dan anak pada tahun 2014 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini terjadi selain karena kurang sadarnya masyarakat juga karena ketidakpahaman akan hukum dan sanksi yang akan diperoleh jika melakukan tindak kekerasan, sehingga kami selalu adakan sosialisasi, pendampingan dan bantuan advokat terhadap masyarakat khususnya perempuam dan anak,” papar Kris Septiana, Ketua PPT Seruni Kota Semarang, Jum’at. (BJ05)